Makan di atas gunung dan menajiskan istri sesama
Yehezkiel 18:11
Dosa yang Menodai Kekudusan
PerikopKeadilan yang Murni · Yehezkiel 18:1-32 →“-- walaupun sang ayah sendiri tidak melakukan salah satu dari hal-hal tadi -- bahkan makan di atas gunung-gunung, menajiskan istri sesamanya,”Yehezkiel 18:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“--walaupun ayah tidak melakukan satupun--juga makan daging persembahan di atas gunung dan mencemari isteri sesamanya,”Yehezkiel 18:11 · TB
Terjemahan Baru
“yang tidak pernah dilakukan ayahnya. Ia memakan kurban persembahan di tempat-tempat pemujaan dewa-dewa. Ia menggoda dan meniduri istri orang lain.”Yehezkiel 18:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And that doeth not any of those duties, but even hath eaten upon the mountains, and defiled his neighbour’s wife,”Yehezkiel 18:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 18:11?
Anak yang jahat, yang melakukan dosa seperti makan di gunung (penyembahan berhala) dan menajiskan istri sesamanya (perzinahan), tidak akan mewarisi kebenaran ayahnya. Ayat ini menekankan tanggung jawab moral individu di hadapan Allah.
Latar belakang
Daftar dosa yang dilakukan anak
Ayat ini merinci dosa-dosa yang dilakukan anak itu: makan di atas gunung-gunung (persembahan kepada berhala), menajiskan istri sesamanya (perzinahan), dan menindas orang. Ini kontras dengan kebenaran ayahnya yang disebutkan di ayat 5-9. Ibu perumpamaan ini mengilustrasikan bahwa anak tidak mewarisi kebenaran ayah.
Di mana
Babel (Tel Abib)
Di pembuangan, di rumah Yehezkiel
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yehezkiel
Kepada
Keturunan Israel
Orang Israel di pembuangan di Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame · menajiskan
membuat najis atau tidak tahir, secara ritual maupun moral
אִשָּׁה
ishshah · istri
perempuan, istri; di sini merujuk pada istri sesama
רֵעַ
rea · sesamanya
sesama, teman, atau tetangga
Kata-kata ini menunjukkan bahwa dosa perzinahan dianggap menajiskan (tame) karena melanggar kekudusan pernikahan dan hubungan dengan sesama (rea). Ini menekankan dimensi sosial dan ritual dosa.
Tahukah kamu
Makan di atas gunung
Dalam konteks kuno, makan di gunung sering terkait dengan ritual penyembahan berhala atau memakan daging korban untuk dewa-dewa. Ini adalah metafora untuk penyembahan berhala.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 18:11
Imamat 18:20
larangan menajiskan diri
“Janganlah engkau bersetubuh dengan istri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia.”
Yehezkiel 22:9
makan di gunung
“Padamu ada orang yang memfitnah untuk menumpahkan darah, dan ada orang yang makan di atas gunung-gunung; padamu ada orang yang melakukan perbuatan mesum.”
Amsal 6:29
hukuman perzinahan
“Demikianlah orang yang menghampiri istri sesamanya; tidak ada orang yang menyentuhnya dan tidak salah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 18:11
✕ Sering dikira
Menganggap 'perempuan selama masa menstruasi' di ayat 6 berlaku untuk semua perempuan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang hubungan seksual dengan istri sendiri saat menstruasi (Imamat 18:19), bukan tentang semua perempuan.
✕ Sering dikira
Mengira 'makan di gunung' adalah sekadar perilaku makan, padahal ini adalah metafora penyembahan berhala.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Israel kuno, makan di gunung berkaitan dengan makanan korban untuk dewa, jadi ini adalah dosa rohani.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 18:11
Kita tidak boleh menyalahkan orang tua atau lingkungan untuk dosa kita sendiri. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memilih untuk hidup kudus.
Ya Tuhan, sadarkan aku bahwa aku bertanggung jawab atas setiap tindakanku. Beri aku hikmat untuk menjauhi dosa dan hidup kudus bagi-Mu. Amin.