Tuhan Membesarkan Bayi yang Terlantar
Yehezkiel 16:7
Kisah Cinta dan Pengkhianatan Israel
“Aku membuatmu bertambah banyak seperti tanaman di ladang. Kamu bertumbuh dan menjadi tinggi serta mencapai keindahan penuh. Buah dadamu terbentuk, dan rambutmu tumbuh. Namun, kamu telanjang dan tidak memakai apa-apa.”Yehezkiel 16:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan jadilah besar seperti tumbuh- tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.”Yehezkiel 16:7 · TB
Terjemahan Baru
“Kuambil air lalu Kucuci darah dari tubuhmu. Kugosok kulitmu dengan minyak zaitun. Kubesarkan engkau seperti tanaman yang subur. Engkau tumbuh pesat, sehat dan semampai, serta menjadi seorang wanita muda. Buah dadamu mulai montok dan rambutmu panjang, tetapi engkau telanjang. Ketika Aku lewat lagi, Kulihat bahwa telah tiba waktumu untuk bercinta. Kubentangkan jubah-Ku pada tubuhmu yang telanjang, dan Kujanjikan cinta-Ku padamu. Ya, Kuikat janji perkawinan denganmu, dan engkau menjadi milik-Ku. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”Yehezkiel 16:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have caused thee to multiply as the bud of the field, and thou hast increased and waxen great, and thou art come to excellent ornaments: thy breasts are fashioned, and thine hair is grown, whereas thou wast naked and bare.”Yehezkiel 16:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 16:7?
Ayat ini menggambarkan bagaimana Tuhan merawat Yerusalem seperti bayi yang ditinggalkan. Tuhan membuatnya bertumbuh subur sampai dewasa, tetapi menyoroti bahwa mereka telanjang, melambangkan kondisi yang rentan dan belum siap menghadapi hidup. Ini menunjukkan inisiatif Tuhan yang penuh kasih, meski umat-Nya tidak berdaya.
Latar belakang
Tuhan Merawat Bayi yang Terlantar
Tuhan menggambarkan bagaimana Ia menemukan Yerusalem saat masih bayi, telanjang dan kotor. Ia membuat bayi itu bertumbuh menjadi dewasa, dengan tanda-tanda kedewasaan fisik yang disebutkan.
Di mana
Babilonia (dekat Sungai Kebar)
Di kalangan para buangan Yahudi
Kapan
sekitar 590 SM
Pembuangan Babilonia
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, yang berfirman melalui nabi
Kepada
Yehezkiel
Nabi yang ditugaskan menyampaikan pesan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָבָה
ravah · bertumbuh
menjadi banyak atau besar
גָּדַל
gadal · tinggi
menjadi besar, penting
עֵירֹם
erom · telanjang
tanpa pakaian, terekspos
Pertumbuhan yang Tuhan berikan adalah berlimpah, tetapi juga meninggalkan kerentanan — Yerusalem tetap telanjang sampai Tuhan bertindak.
Tahukah kamu
Tanaman di Ladang
Perumpamaan bertumbuh seperti tanaman menunjukkan pertumbuhan alami yang cepat dan subur, menggambarkan berkat Tuhan yang melimpah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 16:7
Ulangan 32:10
Menemukan dan memelihara
“Ia menemukan dia di padang gurun, dalam kehangatan yang menakutkan di padang belantara. Ia mengelilinginya, menjaganya, memeliharanya seperti biji mata-Nya.”
Yesaya 51:1
Asal usul Israel
“Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar kebenaran, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang daripadanya kamu terpahat, dan kepada lubang pit yang daripadanya kamu digali.”
Hosea 2:19
Perjanjian dan kasih
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kebenaran, dalam hukum, dalam kasih setia dan dalam kasih sayang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 16:7
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang Yerusalem secara fisik, bukan spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora: Yerusalem sebagai umat Allah yang dilahirkan dan dipelihara secara rohani.
✕ Sering dikira
Pertumbuhan ini terjadi tanpa campur tangan Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Tuhanlah yang membuat Yerusalem bertumbuh, menunjukkan inisiatif-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 16:7
Kita bisa merenungkan bagaimana Tuhan telah memelihara kita sejak awal, bahkan saat kita tidak menyadariNya. Jangan pernah lupa bahwa pertumbuhan dan keberadaan kita adalah anugerah, bukan hasil usaha sendiri. Bersyukurlah atas setiap tahap kehidupan yang Tuhan lalui bersama kita.
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menumbuhkan dan memelihara hidupku sampai saat ini. Amin.