Pertanyaan Tentang Kegunaan

Yehezkiel 15:3

Perumpamaan Pohon Anggur yang Tak Berguna

PerikopYerusalem, Pohon Anggur yang Tidak Berguna · Yehezkiel 15:1-8 →
“Dapatkah kayu diambil darinya untuk membuat sesuatu? Apakah orang-orang membuat pasak darinya untuk menggantungkan bejana padanya?”

Yehezkiel 15:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 15:3?

Pohon anggur tidak bisa digunakan untuk membuat barang berguna, bahkan pasak untuk menggantung bejana pun tidak. Ini menegaskan ketidakbergunaan kayu anggur untuk keperluan praktis sehari-hari.

Latar belakang

Tidak berguna untuk pekerjaan

TUHAN melanjutkan dengan pertanyaan: dapatkah kayu anggur dipakai untuk membuat sesuatu atau dijadikan pasak? Jawabannya pasti: tidak.

Di mana

Babel (pembuangan)

Tempat penulisan kitab

Kapan

~593 SM

Pembuangan ke Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yerusalem belum jatuh
Nubuatan penghukuman
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berfirman melalui nabi.

Y

Kepada

Yehezkiel

Imam dan nabi dalam pembuangan.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָשָׂה

asah · dibuat

Membuat atau menghasilkan

יָתֵד

yated · pasak

Paku atau pasak dari kayu

תָּלָה

talah · menggantungkan

Menggantung atau menaruh di

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kayu anggur tidak layak untuk kegunaan praktis apa pun, menekankan ketidakbergunaannya.

Tahukah kamu

Pasak dari kayu

Pasak kayu sering digunakan untuk menggantung perkakas di dinding rumah, tetapi kayu anggur terlalu lemah dan bengkok.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 15:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 15:3

✕  Sering dikira

Allah menganggap orang Israel tidak berharga.

✓  Yang sebenarnya

Maksudnya, tanpa hubungan yang benar dengan Allah, mereka tidak berguna bagi tujuan-Nya.

✕  Sering dikira

Ini berarti kita tidak boleh memakai kayu anggur.

✓  Yang sebenarnya

Fokusnya adalah pada ketidaklayakan rohani, bukan penggunaan kayu.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 15:3

Terkadang kita merasa memiliki banyak kemampuan, tetapi jika tidak dipakai sesuai tujuan Tuhan, semuanya sia-sia. Evaluasilah apakah kita sedang menjalani hidup yang bermanfaat bagi Kerajaan Allah.

Tuhan, tunjukkanlah cara agar hidupku memberi manfaat bagi sesama dan kemuliaan-Mu. Amin.