Nabi perempuan dan jimat
Yehezkiel 13:19
Melawan Nabi Palsu
“Kamu telah menajiskan Aku di antara umat-Ku demi segenggam jelai dan demi potongan-potongan roti, dengan membunuh jiwa-jiwa yang seharusnya tidak dibunuh, dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang seharusnya tidak hidup, dengan kebohonganmu kepada umat-Ku yang mendengarkan kebohongan.”Yehezkiel 13:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong. Yehezkiel 13.20–14.1 54”Yehezkiel 13:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kamu telah menghina Aku di depan umat-Ku hanya untuk mendapat beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti. Orang-orang yang tak bersalah, kamu bunuh sedangkan orang-orang yang patut mati kamu biarkan hidup. Lalu kamu mendustai umat-Ku dan mereka percaya kepadamu.'"”Yehezkiel 13:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And will ye pollute me among my people for handfuls of barley and for pieces of bread, to slay the souls that should not die, and to save the souls alive that should not live, by your lying to my people that hear your lies?”Yehezkiel 13:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 13:19?
Ayat ini menegaskan bahwa para nabi palsu menajiskan nama Tuhan dengan memanipulasi umat demi keuntungan kecil, seperti makanan. Mereka menyatakan hidup atau mati secara sembarangan, padahal Tuhan tidak memerintahkan itu. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat serius tentang kebenaran dan integritas dalam hal rohani.
Latar belakang
Dosa memanipulasi demi keuntungan
Para nabiah ini menajiskan nama TUHAN dengan memakai praktik sihir (jimat dan cadar) untuk mencari keuntungan kecil seperti jelai dan roti. Mereka membunuh orang yang seharusnya hidup dan menyelamatkan yang seharusnya mati, memutarbalikkan kehendak Allah.
Di mana
Babilon (pembuangan)
Di tengah komunitas buangan dekat Sungai Kebar
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babilonia
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui Yehezkiel
Kepada
Nabi-nabi perempuan palsu
Perempuan Israel yang mengaku bernubuat, menyesatkan umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָלַל
chalal · menajiskan
Membuat najis, melanggar kekudusan, menodai yang suci.
נֶפֶשׁ
nephesh · jiwa-jiwa
Kehidupan, pribadi, diri sendiri; bukan sekadar roh, tapi keseluruhan orang.
כָּזָב
kazav · kebohongan
Dusta, kepalsuan, hal yang tidak benar.
Ketiga kata ini mengungkap bahwa tindakan mereka bukan sekadar kesalahan, tapi penodaan terhadap kekudusan Allah—memakai dusta untuk mengendalikan nyawa orang demi keuntungan sepele. Ini menunjukkan kekejian yang serius di mata Allah.
Tahukah kamu
Jimat dan cadar
Rangkaian jimat dan cadar ini adalah alat sihir untuk 'memburu jiwa', mungkin dengan tujuan mengikat atau melepaskan orang. Dalam konteks ini, TUHAN menentang keras praktik yang memanipulasi iman demi keuntungan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 13:19
Mikha 3:5
Nabi palsu menyesatkan
“Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi yang menyesatkan bangsanya.”
Matius 7:15
Peringatan nabi palsu
“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba.”
Kisah Para Rasul 20:29
Ancaman pemimpin palsu
“Serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak mengampuni kawanan itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 13:19
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya untuk nabi-nabi perempuan zaman dulu, tidak relevan sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun konteks historis spesifik, prinsipnya berlaku: Allah menentang manipulasi rohani yang mengorbankan kebenaran demi keuntungan.
✕ Sering dikira
Kata 'jiwa' berarti aspek non-materi yang terpisah dari tubuh.
✓ Yang sebenarnya
Dalam Alkitab Ibrani, 'nephesh' merujuk pada keseluruhan pribadi, bukan sekadar roh. Yang diburu adalah nyawa/orang secara utuh.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 13:19
Mari kita periksa motivasi kita dalam perkataan dan tindakan, terutama yang berkaitan dengan iman. Jangan pernah memakai firman Tuhan untuk kepentingan pribadi, tetapi sampaikan kebenaran dengan kasih dan ketulusan.
Tuhan, murnikan hatiku agar aku tidak pernah memakai firman-Mu untuk kepentingan sendiri, tetapi hanya untuk memuliakan-Mu. Amin.