Firman TUHAN datang kepada Yehezkiel

Yehezkiel 1:3

Panggilan Yehezkiel

firman TUHAN datang kepada Yehezkiel, anak Busi, imam di negeri orang-orang Kasdim dekat Sungai Kebar. Dan, di sana tangan TUHAN ada di atasnya.

Yehezkiel 1:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 1:3?

Firman TUHAN secara khusus datang kepada Yehezkiel, anak Busi, seorang imam di tanah Kasdim, dekat Sungai Kebar. Tangan TUHAN ada padanya, menandakan kuasa dan otoritas Ilahi yang memberinya kekuatan untuk bernubuat.

Latar belakang

Panggilan ilahi

Firman TUHAN datang secara khusus kepada Yehezkiel, seorang imam, di negeri Kasdim. Tangan TUHAN ada padanya, menandakan kuasa dan otoritas ilahi untuk menyampaikan pesan.

Di mana

Sungai Kebar, Babel

Di tepi sungai di tanah Kasdim

Kapan

~590 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penglihatan pertama
Penugasan nabi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Narator alkitab, menyampaikan peristiwa

Y

Kepada

Yehezkiel

Imam yang dipanggil menjadi nabi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דָּבָר

davar · firman

perkataan atau pesan

יָד

yad · tangan

tangan, kekuatan, atau kuasa

עַל

al · atas

di atas, mengenai

Frasa 'tangan TUHAN ada di atasnya' menunjukkan bahwa Yehezkiel mengalami kuasa ilahi yang memampukannya untuk melihat dan menyampaikan wahyu.

Tahukah kamu

Yehezkiel artinya

Nama Yehezkiel berarti 'Allah menguatkan' — cocok dengan tugasnya yang berat di tengah bangsa yang keras kepala.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 1:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 1:3

✕  Sering dikira

Mengira 'tangan TUHAN' berarti tangan secara fisik

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ungkapan untuk kuasa dan kehadiran ilahi yang menguasai nabi.

✕  Sering dikira

Menganggap Yehezkiel hanya seorang nabi biasa, bukan imam

✓  Yang sebenarnya

Ia adalah seorang imam, sehingga latar belakangnya memengaruhi pesan-pesannya.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 1:3

Panggilan Tuhan tidak bergantung pada posisi atau tempat kita. Yehezkiel dipanggil di pembuangan, mengingatkan bahwa kita pun dapat dipakai Tuhan di mana pun kita berada.

Tuhan, jadikan aku peka akan panggilan-Mu dan berilah aku keberanian untuk meresponinya. Amin.