Tahun kelima pembuangan Yoyakhin

Yehezkiel 1:2

Penglihatan takhta TUHAN

PerikopNabi Melihat Kemuliaan TUHAN · Yehezkiel 1:1-28 →
“Pada hari kelima bulan itu, yang merupakan tahun kelima pembuangan Raja Yoyakhin,”

Yehezkiel 1:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 1:2?

Ayat ini memperjelas waktu penglihatan itu, yaitu tahun kelima pembuangan Raja Yoyakhin. Ini menegaskan bahwa peristiwa ini terjadi dalam konteks sejarah yang nyata, sekitar tahun 593 SM.

Latar belakang

Penanda sejarah

Ayat ini memberi penanggalan lain: hari kelima bulan itu, tahun kelima pembuangan raja Yoyakhin. Ini mengikat penglihatan pada peristiwa sejarah yang bisa diverifikasi oleh para pembaca.

Di mana

Babel

Dekat sungai Kebar, di lokasi pembuangan

Kapan

~593 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Raja Yoyakhin
Jatuhnya Yerusalem
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yehezkiel

Imam dan nabi, ~30 tahun, di pembuangan

P

Kepada

Para pembaca

Orang buangan Yahudi di Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּלוּת

galut · pembuangan

pengasingan atau pembuangan

מֶלֶךְ

melekh · raja

raja yang memerintah

שָׁנָה

shanah · tahun

periode satu tahun

Frasa 'pembuangan Yoyakhin' menjadi titik rujukan sejarah yang menunjukkan bahwa penglihatan ini terjadi di masa yang penuh kepedihan bagi bangsa Yehuda.

Tahukah kamu

Raja Yoyakhin

Yoyakhin dibuang ke Babel pada tahun 597 SM, dan tanggal di sini menunjukkan Yehezkiel mengalami penglihatan sekitar 593 SM.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 1:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 1:2

✕  Sering dikira

Mengira 'tahun kelima' adalah tahun kelima usia Yehezkiel

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah tahun kelima sejak pembuangan Yoyakhin, bukan usia nabi.

✕  Sering dikira

Menganggap pembuangan Yoyakhin berarti semua orang Yehuda dibuang

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah gelombang pembuangan pertama; tidak semua penduduk dibuang saat itu.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 1:2

Tuhan bekerja dalam sejarah yang konkret, bukan sekadar ide. Kita dapat percaya bahwa Dia hadir di dalam pergumulan kita, seperti Ia hadir bagi Yehezkiel di pembuangan.

Tuhan, tolong aku untuk mengenali karya-Mu dalam setiap musim hidupku, baik yang suka maupun duka. Amin.