Permohonan kepada Gunung dan Batu
Wahyu 6:14
Meterai-Meterai Terbuka
“Dan, terbelahlah langit bagaikan kitab yang digulung, dan setiap gunung dan pulau dipindahkan dari tempatnya.”Wahyu 6:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.”Wahyu 6:14 · TB
Terjemahan Baru
“Langit menghilang seperti kertas digulung, dan semua gunung dan pulau digeserkan dari tempatnya.”Wahyu 6:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu langit terbelah dan tergulung seperti sehelai kertas. Setiap gunung dan pulau tergeser dari tempatnya.”Wahyu 6:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the heaven departed as a scroll when it is rolled together; and every mountain and island were moved out of their places.”Wahyu 6:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 6:14?
Langit terbelah seperti gulungan kitab dan gunung serta pulau berpindah dari tempatnya. Ini adalah bahasa kiasan untuk kehancuran total tatanan ciptaan pada hari murka Tuhan. Segala yang tampak kokoh menjadi tidak stabil, menandakan bahwa tidak ada yang dapat bertahan di hadapan kuasa Allah yang dahsyat.
Latar belakang
Permohonan Putus Asa ke Gunung
Dalam kepanikan mereka, orang-orang yang bersembunyi berbicara kepada gunung-gunung dan batu-batu karang dengan desakan yang putus asa: 'Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikan kami dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta, dan dari murka Anak Domba!' Ini adalah permohonan yang menunjukkan bahwa mereka mengakui kehadiran Allah tetapi masih menolak untuk menyerah kepada-Nya. Mereka memilih kematian di bawah reruntuhan daripada menghadapi wajah Dia yang mereka tolak.
Di mana
Gua-gua dan pegunungan
Tempat-tempat berlindung di bumi di mana orang-orang putus asa membuat permohonan terakhir mereka
Kapan
~95 M
Segel keenam — momen putus asa terakhir
Yang berbicara
Raja-raja dan orang-orang kaya yang ketakutan
Mereka yang mencari perlindungan dari murka Allah
Kepada
Bumi dan penghuninya
Semua yang mendengar permintaan putus asa ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πίπτω ἐπί (píptō epí)
runtuhlah menimpa · fall on us
jatuh ke atas atau menimpa; menunjukkan permohonan untuk kehancuran yang cepat
κρύπτω (krýptō)
sembunyikan · hide us
menyembunyikan dari pandangan; menunjukkan upaya untuk menghindari kehadiran Allah
ὀργή (orgḗ)
murka · wrath
kemarahan atau penghakiman Allah yang ditujukan kepada dosa dan pemberontakan
Permohonan ini menunjukkan bahwa pengakuan akan kehadiran Allah tanpa penyerahan sejati hanya membawa kepanikan dan putus asa. Pilihan mereka adalah kematian daripada pengampunan.
Tahukah kamu
Pengakuan Implisit dari Kehadiran Allah
Dalam permohonan ini, orang-orang yang bersembunyi secara implisit mengakui kehadiran dan kekuasaan Allah — mereka tahu persis siapa yang mereka hindari dan mengapa mereka ketakutan. Tetapi pengetahuan ini tidak membawa mereka untuk bertobat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 6:14
Lukas 23:28-30
permohonan putus asa kepada gunung
“Yesus berpaling kepada mereka dan berkata, 'Putri-putri Yerusalem, jangan menangis untuk Aku, tetapi tangislah untuk dirimu sendiri dan untuk anak-anak-mu.'”
Hosea 10:8
permohonan yang sama dalam nubuat Hosea
“Bukit-bukit akan berkata, 'Timbun kami' dan gunung-gunung, 'Runtuhlah menimpa kami.'”
2 Petrus 3:10
hari penghakiman yang datang dengan tiba-tiba
“Tetapi hari Tuhan akan datang seperti pencuri. Di mana-mana langit akan menghilang dengan bunyi gemuruh yang besar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 6:14
✕ Sering dikira
Permohonan ini menunjukkan bahwa orang-orang akhirnya akan bertobat dan menyerah kepada Allah
✓ Yang sebenarnya
Mereka masih dalam pemberontakan, mencari cara untuk menghindari murka tanpa menyerah
✕ Sering dikira
Gunung dan batu karang adalah simbol dari perlindungan yang akan diberikan oleh alam
✓ Yang sebenarnya
Alam itu sendiri tidak berdaya melawan murka Allah — permintaan mereka sia-sia
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 6:14
Gunung dan pulau saja bisa bergeser, jadi jangan terlalu melekat pada hal-hal duniawi yang sementara. Kita dipanggil untuk membangun hidup di atas dasar yang tidak tergoyahkan, yaitu Yesus Kristus, agar saat segala sesuatu goyah, kita tetap berdiri teguh.
Bapa, ajarlah aku mencari hal-hal yang kekal, bukan yang dapat bergeser dan berubah. Amin.