Dalam penderitaan sendiri, Yesus memikirkan orang lain
Lukas 23:28
Hari Penyaliban
“Akan tetapi, Yesus menoleh kepada mereka dan berkata, “Hai putri-putri Yerusalem, jangan kamu menangisi Aku. Tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.”Lukas 23:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!”Lukas 23:28 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Yesus menoleh kepada mereka dan berkata, "Wanita-wanita Yerusalem! Janganlah menangisi Aku. Tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.”Lukas 23:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Yesus berpaling kepada mereka dan berkata, “Hai ibu-ibu Yerusalem, janganlah menangisi Aku. Tangisilah diri kalian sendiri dan anak-anak kalian.”Lukas 23:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Jesus turning unto them said, Daughters of Jerusalem, weep not for me, but weep for yourselves, and for your children.”Lukas 23:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:28?
Yesus menoleh kepada perempuan-perempuan yang menangis dan berkata, 'Jangan menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu.' Ini menubuatkan kehancuran Yerusalem dan mengingatkan bahwa penderitaan yang lebih besar akan menimpa mereka yang menolak Yesus.
Latar belakang
Yang paling menderita justru memikirkan orang lain
Yesus dalam kondisi paling rentan — baru dicambuk, menanggung salib, menuju kematian — tapi Ia justru memikirkan nasib perempuan-perempuan itu dan kota Yerusalem. Bukan tangisan untuknya yang Ia prioritaskan, tapi peringatan untuk mereka.
Di mana
Jalan menuju Golgota, Yerusalem
Di tengah perjalanan ke tempat penyaliban
Kapan
~30 M
Hari penyaliban Yesus
Yang berbicara
Yesus
berjalan ke eksekusi-Nya, berbicara kepada perempuan yang menangis
Kepada
Perempuan-perempuan Yerusalem
yang menangisi Yesus di jalan menuju Golgota
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
στραφεὶς
strapheis · turning
Berbalik, menoleh — gerakan fisik yang menunjukkan perhatian aktif kepada mereka di tengah situasi Yesus sendiri.
θυγατέρες
thygateres · daughters
Putri-putri — sapaan sayang yang juga berbicara tentang identitas kolektif warga perempuan Yerusalem.
κλαίετε
klaiete · weep
Menangislah — bukan larangan menangis, tapi perubahan arah: tangisilah yang perlu ditangisi.
Yesus menoleh — tindakan kecil yang menggambarkan perhatian besar. Di tengah penderitaan-Nya sendiri, Ia masih bergerak menuju orang lain, masih mengajar, masih memikirkan masa depan mereka.
Tahukah kamu
Sapaan 'putri-putri Yerusalem' adalah sapaan puitis
Dalam sastra Yahudi kuno, 'putri-putri Yerusalem' adalah cara menyebut warga perempuan Yerusalem secara kolektif, seperti dalam Kidung Agung. Yesus menggunakan ungkapan puitis untuk situasi yang serius — nubuat tentang kehancuran kota.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:28
Lukas 19:41
Yesus sebelumnya juga menangisi nasib Yerusalem
“Ketika Yesus sudah dekat dan melihat kota itu, Ia menangis atas kota itu.”
Yeremia 9:20
nubuat ratapan atas kota yang dinubuatkan
“Dengarlah, hai perempuan-perempuan, firman TUHAN. Ajarkanlah ratapan kepada anak-anak perempuanmu.”
Matius 23:37
kepedihan Yesus atas nasib Yerusalem
“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh para nabi dan melempari batu orang-orang yang diutus kepadamu!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:28
✕ Sering dikira
Yesus melarang perempuan ini menangis karena Ia tidak mau dikasihani
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak melarang tangisan — Ia mengalihkan arahnya: bukan tangisi Aku, tapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu karena masa depan yang lebih suram menanti.
✕ Sering dikira
Yesus memikirkan diri sendiri saat menuju Golgota
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — dalam kondisi paling lemah, Ia menoleh kepada orang lain dan memikirkan nasib mereka.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:28
Kita sering menangisi hal-hal yang tampak menyedihkan, tetapi Yesus mengajak kita untuk introspeksi: apakah hidup kita sudah benar di hadapan Allah? Jangan hanya bersimpati, tetapi juga bertobat.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk lebih peduli pada keadaan rohaniku sendiri daripada hanya larut dalam kesedihan duniawi. Amin.