Raja-Raja dan Pembesar Bersembunyi
Wahyu 6:13
Meterai-Meterai Terbuka
“Dan, bintang-bintang di langit berjatuhan ke bumi seperti pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah saat diguncangkan oleh angin yang sangat kencang.”Wahyu 6:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.”Wahyu 6:13 · TB
Terjemahan Baru
“Bintang-bintang berguguran dari langit ke atas bumi seperti buah ara yang belum matang gugur dari pohonnya pada waktu diguncang oleh angin keras.”Wahyu 6:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bintang-bintang di langit pun berjatuhan ke atas bumi, bagaikan buah-buah pohon ara yang masih muda berguguran ketika diguncang angin yang kencang.”Wahyu 6:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the stars of heaven fell unto the earth, even as a fig tree casteth her untimely figs, when she is shaken of a mighty wind.”Wahyu 6:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 6:13?
Ayat ini menggambarkan tanda-tanda kosmik pada pembukaan segel keenam: bintang-bintang berjatuhan ke bumi seperti buah ara mentah yang gugur ketika pohonnya diguncang angin kencang. Ini menunjukkan kehancuran total dan kekacauan alam semesta sebagai bagian dari murka Allah, melambangkan bahwa tidak ada yang stabil atau aman di bumi pada hari Tuhan.
Latar belakang
Kepanikan Orang-Orang Kuat
Saat bencana kosmik terjadi, raja-raja di bumi, para pembesar, perwira-perwira, orang-orang kaya dan berkuasa, dan bahkan budak dan orang bebas semua bersembunyi di gua-gua dan di antara batu-batu di pegunungan. Mereka mencoba mencari tempat berlindung dari wajah Dia yang duduk di takhta dan dari murka Anak Domba. Ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat di bumi yang aman dari murka Allah — status sosial, kekayaan, atau kekuasaan tidak membantu.
Di mana
Gua-gua dan batu-batu di pegunungan
Tempat-tempat tersembunyi di bumi di mana orang-orang kuat mencoba berlindung dari murka
Kapan
~95 M
Reaksi dunia terhadap segel keenam
Yang berbicara
Orang-orang kuat di bumi
Raja-raja, pembesar, perwira, dan orang-orang kaya yang mencari tempat berlindung
Kepada
Mereka yang menolak untuk menyerah kepada Allah
Orang-orang yang bertahan dalam kesombongan mereka meskipun bencana datang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔκρυψαν (ékrypsan)
bersembunyi · hid themselves
menyembunyikan diri, mencari perlindungan dari ancaman
σπήλαιον (spḗlaion)
gua · caves
lubang alami di batu atau tanah, tempat terakhir untuk berlindung
πέτρα (pétra)
batu · rocks
batu atau tebing besar, simbol dari ketidakmampuan melawan kekuatan alam
Usaha untuk bersembunyi menunjukkan pengakuan implisit terhadap kekuasaan Allah, meskipun orang-orang ini tidak bernubuat untuk benar-benar bertobat. Mereka takut tetapi tidak berubah.
Tahukah kamu
Hilangnya Kekuasaan Manusia
Orang-orang yang dulunya kuat dan berkuasa — raja-raja, pembesar, perwira — sekarang takut dan melarikan diri seperti binatang ke gua. Ini menunjukkan kelemahannya mereka di hadapan kekuasaan Allah yang sesungguhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 6:13
Lukas 23:30
permintaan kepada gunung untuk menyembunyikan mereka
“Maka mereka akan mulai berkata kepada gunung-gunung, 'Runtuhlah menimpa kami' dan kepada bukit-bukit, 'Timbun kami.'”
Hosea 10:8
keinginan untuk bersembunyi dari kehadiran Allah
“Tempat-tempat tinggi di Awen, dosa Israel, akan dihancurkan. Duri dan rumput akan tumbuh di atas mezbah mereka.”
Wahyu 9:6
keinginan untuk melarikan diri dari murka Allah
“Pada masa itu, manusia akan mencari kematian, tetapi mereka tidak menemukannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 6:13
✕ Sering dikira
Usaha untuk bersembunyi menunjukkan bahwa ada cara untuk menghindari murka Allah jika kita cukup kreatif
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada tempat yang aman — murka Allah akan mencapai semua orang di mana pun mereka bersembunyi
✕ Sering dikira
Raja-raja dan orang-orang kaya bersembunyi karena mereka ingin melindungi orang-orang yang mereka kasihi
✓ Yang sebenarnya
Mereka bersembunyi untuk menyelamatkan diri sendiri, menunjukkan keegoisan mereka bahkan dalam menghadapi penghakiman
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 6:13
Melihat gambaran kosmik yang mencekam ini, kita diingatkan bahwa dunia yang kita andalkan tidak abadi. Alih-alih hidup dalam ketakutan, mari kita jadikan kestabilan hati kita di dalam Tuhan, yang memegang kendali atas segala sesuatu, termasuk bintang-bintang.
Tuhan, teguhkanlah hatiku di tengah goncangan dunia ini, sebab hanya Engkaulah batu karang yang tetap. Amin.