Panah yang Mabuk Darah

Ulangan 32:42

Nyanyian Musa: Allah yang Adil dan Setia

“Aku akan membuat anak panah-Ku mabuk darah dan pedang-Ku akan memakan daging, darah dari orang-orang mati dan para tawanan serta dari pemimpin musuh yang berambut panjang.’”

Ulangan 32:42 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 32:42?

Gambaran perang yang mengerikan: panah mabuk darah, pedang memakan daging, termasuk darah para pemimpin musuh. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya penghukuman Allah atas kejahatan dan pembangkangan, sekaligus kekuatan-Nya yang tak terkalahkan.

Latar belakang

Pembalasan yang Dahsyat

Allah melanjutkan gambaran penghukuman-Nya yang dahsyat terhadap musuh: panah-Nya mabuk darah, pedang-Nya memakan daging. Ini menunjukkan kepastian keadilan atas kejahatan.

Di mana

Dataran Moab

Di dataran Moab, sebelum masuk Kanaan

Kapan

~1400 SM

Akhir perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Tanah Perjanjian
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

pemimpin Israel, ~120 tahun

U

Kepada

Umat Israel

bangsa pilihan di padang gurun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַר

shakar · mabuk

menjadi mabuk, penuh hingga berlebihan

דָּם

dam · darah

darah; nyawa atau kekerasan

חֶרֶב

cherev · pedang

pedang, alat penghukuman

Kata 'mabuk' dan 'memakan' adalah metafora yang kuat: pembalasan Allah begitu penuh dan menyeluruh sehingga menguasai gambaran pertempuran.

Tahukah kamu

Metafora Banjir Darah

Dalam sastra Ibrani, darah sering melambangkan kekerasan; ungkapan 'mabuk darah' adalah hiperbola untuk menunjukkan dahsyatnya pertempuran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 32:42

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 32:42

✕  Sering dikira

Mengira Allah haus darah dan kejam.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah penggambaran keadilan yang serius terhadap dosa, bukan hasrat pribadi.

✕  Sering dikira

Menganggap ini menunjuk pada kekejaman manusia yang dibenarkan.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pernyataan tentang Allah, bukan pembenaran kekerasan manusia.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 32:42

Allah serius memandang dosa. Jangan meremehkan kekudusan-Nya. Berhati-hatilah dalam tindakan dan pikiran, karena ada konsekuensi. Namun, syukuri pengampunan yang tersedia di dalam Kristus.

Tuhan, betapa dahsyat murka-Mu. Ajar kami hidup hormat kepada-Mu, dan bersyukur untuk rahmat-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.