Kota penuh darah dan kebohongan

Nahum 3:1

Celakalah Kota Penumpah Darah

PerikopHukuman bagi Niniwe · Nahum 3:1-19 →
“Celakalah kota penumpah darah! Seluruhnya kebohongan belaka, penuh dengan rampasan, yang mangsanya tidak pernah lolos!”

Nahum 3:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 3:1?

Nahum 3:1 mengecam Niniwe sebagai kota yang penuh darah dan kebohongan, yang hidup dari rampasan dan penindasan. Ayat ini menyatakan bahwa kekerasan dan penipuan yang terus-menerus akan menuai kehancuran, karena Tuhan melihat segala kejahatan dan akan membalasnya.

Latar belakang

Setelah melihat kehancuran Niniwe

Nahum mengucapkan 'celaka' atas Niniwe yang dikenal sebagai kota penumpah darah, penuh kebohongan dan rampasan. Kota yang kejam kini menuai akibatnya.

Di mana

Niniwe

Di atas reruntuhan, setelah kehancuran

Kapan

~625 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Jatuhnya Tebe
Jatuhnya Niniwe
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nahum

nabi dari Elkos, ~ abad ke-7 SM

N

Kepada

Niniwe

ibu kota Asyur, pusat kekuasaan dan kekejaman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הוֹי

hoy · Celakalah

suara ratapan atau peringatan akan malapetaka

דָּמִים

damim · penumpah darah

bentuk jamak dari 'darah', menekankan banyaknya pembunuhan

כָּזָב

kazav · kebohongan

tipu daya atau kata-kata yang menyesatkan

Ketiga kata ini mengungkap akar dosa Niniwe: kekerasan (darah), penipuan (bohong), dan keserakahan (rampasan) yang saling terkait.

Tahukah kamu

Niniwe: kota terbesar di zamannya

Niniwe pada puncaknya dikelilingi tembok sepanjang 12 km dan mungkin memiliki populasi hingga 120.000 orang, termasuk banyak hewan ternak.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 3:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 3:1

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk bangsa-bangsa kafir di masa lalu.

✓  Yang sebenarnya

Ini peringatan universal tentang keadilan Allah terhadap segala bentuk kejahatan, termasuk pada bangsa modern.

✕  Sering dikira

Nahum bergembira atas penderitaan orang Asyur.

✓  Yang sebenarnya

Nahum menubuatkan kehancuran sebagai akibat dosa, bukan karena dendam pribadi.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 3:1

Periksa hidup kita: apakah ada kebiasaan menipu atau menyakiti orang lain untuk keuntungan sendiri? Kebohongan dan kekerasan mungkin tampak menguntungkan, tetapi pada akhirnya membawa kehancuran. Marilah kita membangun kehidupan yang jujur dan penuh kasih.

Tuhan, ampunilah aku jika aku pernah menyakiti atau menipu orang lain; tolonglah aku untuk hidup jujur dan adil. Amin.