Kewajiban Mengangkat Anak bagi Saudara
Ulangan 25:5
Hukum Perkawinan Levirat dan Tanggung Jawab Keluarga
“Jika dua orang yang bersaudara tinggal bersama, dan salah satu dari mereka mati, dan tidak mempunyai anak laki-laki, istri dari yang mati itu tidak boleh menikah dengan orang di luar keluarga suaminya. Saudara suaminya harus menghampirinya dan menjadikannya sebagai istri. Dia harus melakukan tugas saudaranya sebagai suami terhadap istri itu.”Ulangan 25:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang Ulangan 25.6–9 128 dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.”Ulangan 25:5 · TB
Terjemahan Baru
“"Kalau orang-orang yang bersaudara tinggal bersama, lalu salah seorang dari mereka mati tanpa meninggalkan anak laki-laki, maka jandanya tak boleh kawin dengan orang lain di luar keluarga mendiang suaminya. Saudara almarhum wajib kawin dengan janda itu.”Ulangan 25:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Apabila ada kakak beradik laki-laki yang tinggal bersama, dan salah satu dari mereka meninggal tanpa memiliki anak laki-laki, maka jandanya tidak boleh menikah dengan orang di luar keluarga itu. Salah satu saudara dari orang yang meninggal harus memperistri jandanya untuk memenuhi kewajiban terhadap almarhum saudaranya.”Ulangan 25:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If brethren dwell together, and one of them die, and have no child, the wife of the dead shall not marry without unto a stranger: her husband’s brother shall go in unto her, and take her to him to wife, and perform the duty of an husband’s brother unto her.”Ulangan 25:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:5?
Ayat ini tentang hukum perkawinan levirat: jika seorang pria mati tanpa anak laki-laki, saudaranya harus menikahi janda itu untuk meneruskan nama almarhum. Tujuannya agar warisan dan keturunan tetap terjaga dalam keluarga Israel.
Latar belakang
Hukum Levirat untuk Menjaga Nama Keluarga
Ayat ini memperkenalkan hukum levirat, di mana jika seorang pria menikah tetapi mati tanpa anak laki-laki, saudaranya harus menikahi janda itu. Anak pertama dari pernikahan tersebut dianggap sebagai anak dari almarhum, sehingga nama dan warisannya tetap lestari di Israel.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan di seberang Sungai Yordan
Kapan
~1406 SM
Perjalanan di padang gurun menjelang masuk Kanaan
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pembawa hukum, ~120 tahun
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan yang sedang bersiap masuk Tanah Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַחִים
achim · bersaudara
Saudara laki-laki sekandung atau seayah
מֵת
met · mati
Meninggal dunia
אֵין לוֹ בֵן
ein lo ben · tidak mempunyai anak laki-laki
Tidak memiliki keturunan laki-laki
Kata-kata ini menekankan kondisi spesifik: kematian saudara dan ketiadaan anak laki-laki. Ini memicu tanggung jawab keluarga untuk mempertahankan garis keturunan, menunjukkan pentingnya kelangsungan nama dalam masyarakat patriarkal Israel.
Tahukah kamu
Praktik yang Mirip di Budaya Lain
Hukum levirat tidak unik di Israel; beberapa kebudayaan Timur Dekat kuno memiliki praktik serupa untuk menjaga garis keturunan dan warisan keluarga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:5
Kejadian 38:8
Contoh awal levirat
“Lalu Yehuda berkata kepada Onan: Pergilah kepada isteri kakakmu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu, dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
Rut 4:5
Aplikasi dalam Rut
“Kata Boas: Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau juga memperoleh Rut, perempuan Moab itu, untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu.”
Matius 22:24
Yesus mengutip hukum ini
“Guru, Musa mengatakan: Jika seseorang mati tanpa meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan isterinya dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 25:5
✕ Sering dikira
Hukum ini memaksa seseorang menikahi janda saudaranya tanpa syarat.
✓ Yang sebenarnya
Ada pengecualian jika saudara itu menolak, tetapi dengan konsekuensi sosial.
✕ Sering dikira
Ini hanya aturan kuno yang tidak relevan.
✓ Yang sebenarnya
Prinsip di baliknya adalah tanggung jawab keluarga dan perlindungan terhadap janda.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:5
Kita dipanggil untuk memperhatikan keluarga yang ditinggalkan, terutama mereka yang kehilangan tulang punggung. Berpikirlah untuk mendukung dan membantu, bukan hanya secara materi, tetapi juga dalam menjaga nama baik dan keberlanjutan keluarga.
Tuhan, ajarkan kami untuk menjadi penopang bagi keluarga yang berduka, dan berikan kami keberanian untuk mengambil tanggung jawab demi orang lain. Amin.