Sapi yang Bekerja Tak Diberhalangi

Ulangan 25:4

Keadilan dan Belas Kasihan dalam Hukum Taurat

Jangan menutup mulut sapi yang sedang mengirik.

Ulangan 25:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 25:4?

Ayat ini melarang menyumbat mulut sapi yang sedang mengirik, agar bisa makan hasil panen. Ini mengajarkan kepeduliaan terhadap hewan pekerja, dan secara luas menekankan prinsip memberi upah yang layak kepada pekerja.

Latar belakang

Larangan Menyiksa Hewan Pekerja

Allah memberikan peraturan tentang perlakuan manusia terhadap hewan. Ayat ini secara spesifik melarang orang Israel menutup mulut sapi yang sedang mengirik gandum di lantai penebahan. Hal ini menunjukkan bahwa belas kasihan Allah meliputi semua makhluk, bukan hanya manusia.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan di seberang Sungai Yordan

Kapan

~1406 SM

Perjalanan di padang gurun menjelang masuk Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberian Hukum di Sinai
Pengepungan Yerikho
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, pembawa hukum, ~120 tahun

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat pilihan yang sedang bersiap masuk Tanah Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תַּחְסֹם

takhsom · menutup

Memasang kekang atau penutup pada mulut hewan

שׁוֹר

shor · sapi

Sapi jantan atau lembu yang digunakan untuk bekerja

דָּשׁ

dash · mengirik

Menginjak-injak atau mengirik butir gandum untuk memisahkan biji dari jerami

Ketiga kata ini menggambarkan aktivitas kerja sehari-hari di ladang. Allah ingin umat-Nya memperhatikan kesejahteraan hewan yang bekerja untuk mereka, mengajarkan prinsip upah yang adil dan belas kasihan praktis.

Tahukah kamu

Sapi yang Mengirik

Pada zaman dahulu, sapi atau lembu digunakan untuk menginjak-injak gandum agar butirnya terpisah dari jerami. Mereka dibiarkan makan sepuasnya sebagai upah kerja, sesuai dengan prinsip ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 25:4

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang sapi, tidak relevan bagi manusia.

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya lebih luas: Allah peduli pada kesejahteraan semua makhluk, dan ini menjadi dasar etika kerja.

✕  Sering dikira

Ini hanya perintah literal untuk pertanian, tidak berlaku sekarang.

✓  Yang sebenarnya

Meski konteksnya pertanian kuno, prinsipnya tetap relevan: memperlakukan pekerja dan makhluk lain dengan adil.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 25:4

Perhatikan kesejahteraan orang lain yang bekerja untuk kita, termasuk karyawan atau pekerja. Berikan upah dan penghargaan yang layak, dan perlakukan mereka dengan kebaikan, bukan sekadar alat.

Tuhan, buka mata kami untuk melihat kebutuhan mereka yang bekerja bagi kami, dan berikan hati yang murah hati untuk memperlakukan mereka dengan adil. Amin.