Yehuda memerintahkan Onan untuk menikahi Tamar
Kejadian 38:8
Yehuda dan Tamar
“Lalu, Yehuda berkata kepada Onan, “Pergilah kepada istri saudaramu dan penuhilah kewajibanmu sebagai ipar baginya. Lalu, bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.””Kejadian 38:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu."”Kejadian 38:8 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Yehuda berkata kepada Onan adik Er, "Pergilah kepada janda abangmu, dan tidurlah dengan dia. Penuhilah kewajibanmu terhadap dia, sebab engkau adik suaminya; dengan demikian abangmu bisa mendapat keturunan."”Kejadian 38:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan, “Penuhilah kewajibanmu kepada istri kakakmu Er, sebagaimana biasanya adat kita. Nikahilah dia sehingga anak laki-laki yang lahir pertama akan menjadi penerus garis keturunan kakakmu.””Kejadian 38:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Judah said unto Onan, Go in unto thy brother’s wife, and marry her, and raise up seed to thy brother.”Kejadian 38:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 38:8?
Yehuda meminta Onan untuk menikahi Tamar, istri saudaranya yang sudah mati, untuk meneruskan keturunan bagi Er. Ini disebut 'perkawinan ipar' (levirate), sebuah tradisi kuno yang bertujuan menjaga garis keluarga dan hak waris.
Latar belakang
Hukum levirat dijalankan Yehuda
Yehuda meminta Onan untuk melaksanakan 'kewajiban ipar' — dalam tradisi Timur Tengah kuno, saudara laki-laki yang ditinggal mati saudaranya harus menikahi janda saudaranya untuk meneruskan nama dan warisan kakaknya. Praktik ini kemudian dikodifikasi resmi dalam Ulangan 25.
Di mana
Kanaan
Rumah Yehuda · perintah bagi Onan
Kapan
~1800 SM
Era Patriark
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יַבֵּם
yabbem · kewajibanmu sebagai ipar
Melaksanakan kewajiban ipar (levirat) — kata kerja khusus yang hanya muncul beberapa kali dalam seluruh Alkitab
וְהָקֵם
wehaqem · bangkitkanlah
Mendirikan atau membangkitkan — memunculkan keturunan yang akan meneruskan nama almarhum
זֶרַע
zera · keturunan
Benih atau keturunan — kata yang sama untuk benih tanaman dan anak manusia, menekankan aspek biologis
Kata kunci 'yabbem' (kewajiban ipar) adalah akar kata dari istilah teknis 'yibbum' dalam hukum Yahudi. Yehuda sedang menegakkan sistem sosial kuno yang menjamin janda tidak kehilangan posisi dan nama suaminya tidak pupus.
Tahukah kamu
Kewajiban ipar sudah ada sebelum Hukum Musa
Hukum levirat (dari kata Latin 'levir' = saudara ipar) yang diperintahkan Yehuda di sini terjadi jauh sebelum Hukum Musa. Ini menunjukkan praktik tersebut sudah ada sebagai tradisi sosial Timur Tengah Kuno, baru kemudian resmi dikodifikasi di Ulangan 25:5-10.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 38:8
Ulangan 25:5
hukum levirat resmi
“Apabila saudara-saudara tinggal bersama-sama dan salah seorang dari mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janda orang itu jangan kawin ke luar lingkungan keluarga.”
Rut 1:11-13
kewajiban ipar dalam Rut
“Kembalilah, anak-anakku, pergilah, sebab aku sudah terlalu tua untuk bersuami.”
Matius 22:24
levirat dikutip dalam PB
“Guru, Musa berkata: Jika seseorang mati tanpa meninggalkan anak, saudaranya harus mengawini jandanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 38:8
✕ Sering dikira
Yehuda menyuruh Onan menikahi Tamar demi kepentingan sendiri
✓ Yang sebenarnya
Tujuan eksplisitnya adalah membangkitkan keturunan bagi kakaknya Er — ini tentang nama dan warisan Er, bukan keuntungan Yehuda
✕ Sering dikira
Hukum levirat baru ada di zaman Musa
✓ Yang sebenarnya
Kisah ini terjadi jauh sebelum Musa — menunjukkan tradisi levirat sudah ada secara sosial sebelum dikodifikasi dalam Ulangan
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 38:8
Terkadang kita dipanggil untuk melakukan hal yang sulit demi kepentingan orang lain. Keegoisan bisa membuat kita menghindari tanggung jawab, tetapi kasih sejati rela berkorban.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk memenuhi tanggung jawabku, terutama saat itu tidak nyaman. Amin.