Rut 4:5
“Lalu, Boas berkata, “Pada hari engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau juga harus mendapatkan Rut, perempuan Moab, janda dari orang yang mati itu, untuk melanjutkan nama orang itu melalui milik pusakanya.””Rut 4:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya." Rut 4.6–10 15”Rut 4:5 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu kata Boas, "Baiklah kalau begitu. Tetapi, kalau kau membeli tanah itu dari Naomi, maka kau harus juga mengambil Rut, wanita Moab, janda mendiang anak Naomi. Sebab, tanah itu harus tetap menjadi milik keturunan orang yang sudah meninggal itu."”Rut 4:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Boas berkata kepadanya, “Baiklah, namun Saudara harus ketahui bahwa selain menebus sebidang tanah dari Naomi, Saudara juga harus menikahi menantunya, yaitu Rut perempuan Moab itu. Dengan demikian, ketika Rut melahirkan anak laki-laki pertama, keturunan keluarga Elimelek tidak hilang dari antara kita dan anak itu akan mewarisi tanah atas nama almarhum Mahlon.””Rut 4:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Boaz, What day thou buyest the field of the hand of Naomi, thou must buy it also of Ruth the Moabitess, the wife of the dead, to raise up the name of the dead upon his inheritance.”Rut 4:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Rut 4:5?
Boas menegaskan bahwa jika penebus membeli tanah itu, dia juga harus menikahi Rut, perempuan Moab, janda Mahlon, untuk meneruskan nama orang yang telah mati melalui warisannya. Ini adalah bagian dari hukum levirat, di mana kerabat dekat harus menikahi janda untuk menjaga garis keturunan almarhum.
Renungan
Renungan Singkat Rut 4:5
Tuhan sering memanggil kita untuk melakukan hal-hal yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga untuk kebaikan orang lain dan kelanjutan rencana-Nya. Boas tahu bahwa ini tentang menjaga nama keluarga, bukan keuntungan pribadi. Kita juga bisa memiliki hati untuk melayani orang lain.
Bapa, ubah hatiku agar aku rela berkorban untuk kebaikan orang lain dan untuk memuliakan nama-Mu, bukan hanya untuk kepentinganku sendiri. Amin.