Saduki mengutip hukum Lewir tentang pernikahan
Matius 22:24
Undangan yang Ditolak & Pertanyaan Jebakan
“Mereka berkata, “Guru, Musa berkata bahwa jika seorang laki-laki mati dan tidak mempunyai anak, saudara laki-lakinya harus mengawini istrinya dan meneruskan keturunan bagi saudaranya yang meninggal itu.”Matius 22:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.”Matius 22:24 · TB
Terjemahan Baru
“"Bapak Guru," kata mereka, "Musa mengajarkan begini: Kalau seorang laki-laki mati, dan ia tidak punya anak, saudaranya harus kawin dengan jandanya supaya memberi keturunan kepada orang yang sudah mati itu.”Matius 22:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Guru, Musa mengajarkan bahwa kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.”Matius 22:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Saying, Master, Moses said, If a man die, having no children, his brother shall marry his wife, and raise up seed unto his brother.”Matius 22:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 22:24?
Orang Saduki mengutip hukum Musa tentang perkawinan levirat untuk mencoba membuktikan bahwa kebangkitan tidak masuk akal, karena akan ada kebingungan mengenai status pernikahan.
Latar belakang
Menggunakan Musa melawan kebangkitan
Saduki mengutip hukum Lewirat (Ulangan 25:5-6) — aturan bahwa jika seorang laki-laki mati tanpa anak, saudaranya harus mengawini jandanya untuk meneruskan keturunan. Ini adalah hukum yang mereka akui sebagai otoritatif. Mereka akan menggunakannya untuk membuat skenario yang (menurut mereka) membuat kebangkitan terasa absurd.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Debat publik lanjutan di hari yang sama
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Orang-orang Saduki
Menggunakan hukum Taurat untuk mempertanyakan kebangkitan
Kepada
Yesus
Sedang diadili secara teologis di depan publik
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Μωϋσῆς εἶπεν
Musa berkata · Moses said
Mereka menggunakan otoritas Musa — satu-satunya yang mereka akui sebagai otoritatif
ἐπιγαμβρεύσει
mengawini istrinya · levirate
Dari tradisi Lewirat — kewajiban menikahi janda saudara yang meninggal tanpa anak
σπέρμα
keturunan · seed
Keturunan biologis — konteks hukum kepemilikan tanah dan warisan
Saduki cerdik memakai fondasi yang sama-sama diakui: hukum Musa. Mereka tidak menyerang Musa, tapi menggunakannya untuk membangun skenario yang (mereka pikir) menunjukkan kebangkitan adalah doktrin yang tidak logis.
Tahukah kamu
Hukum Lewirat ada sampai hari ini
Hukum Lewirat (yibbum dalam bahasa Ibrani) masih dipraktikkan dalam beberapa komunitas Yahudi Ortodoks dan memerlukan proses pembebasan resmi (halitzah) jika saudara tidak mau menikahi janda tersebut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 22:24
Ulangan 25:5-6
Hukum Lewirat yang dikutip Saduki
“Apabila saudara-saudara laki-laki tinggal bersama dan salah seorang dari mereka mati... saudara laki-lakinya harus mengawini janda itu.”
Ruth 4:5
Contoh historis hukum Lewirat
“Boas berkata: 'Pada hari engkau memperoleh ladang itu dari tangan Naomi... kamu harus membeli istri orang yang telah mati itu.'”
Kejadian 38:8
Asal usul tradisi Lewirat sebelum hukum Musa tertulis
“Yehuda berkata kepada Onan: 'Hampirilah istri kakakmu... dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 22:24
✕ Sering dikira
Pertanyaan ini adalah skenario yang pernah terjadi di kehidupan nyata
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah skenario hipotetis yang dirancang untuk mempermalukan — kemungkinan besar tidak pernah terjadi tujuh kali seperti ini dalam satu keluarga.
✕ Sering dikira
Saduki sedang mempertanyakan hukum Musa
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya — mereka mengakui hukum Musa sepenuhnya dan menggunakannya untuk mempertanyakan kebangkitan yang tidak ada dalam hukum Musa.
Renungan
Renungan Singkat Matius 22:24
Pertanyaan ini mengingatkan bahwa pemahaman kita tentang firman Allah bisa salah jika tidak disertai iman dan kuasa-Nya. Jangan pernah membatasi karya Allah dengan logika manusia.
Bapa, bukalah mata hati kami untuk mengerti kebenaran-Mu dengan benar, dan jauhkan kami dari sikap yang meragukan kuasa-Mu. Amin.