Hukuman bagi Perempuan yang Menyerang

Ulangan 25:12

Hukum tentang Keadilan dan Kekudusan

“potonglah tangan perempuan itu dan janganlah mengasihaninya.”

Ulangan 25:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 25:12?

Hukuman bagi istri tersebut adalah memotong tangannya tanpa belas kasihan. Ini menunjukkan bahwa tindakan yang menyerang bagian tubuh yang sangat pribadi dianggap sangat serius dan tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat Israel.

Latar belakang

Konsekuensi Tindakan Tercela

Ayat ini memberikan hukuman tegas bagi perempuan yang melakukan tindakan tercela dalam perkelahian. Hakim harus memotong tangannya tanpa belas kasihan, menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat serius dan tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat Israel.

Di mana

Dataran Moab

Di padang gurun, sebelum memasuki Kanaan

Kapan

~1406 SM

Penutup perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Memasuki Tanah Perjanjian
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai hukum Tuhan

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan di padang gurun, menuju tanah perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָצַץ

qatsats · potonglah

memotong, memutuskan

כַּפָּהּ

kappah · tangan

telapak tangan, tangan

תָּחוֹס

tachos · mengasihani

menyayangi, mengampuni

Ketiga kata ini menegaskan keadilan yang tanpa kompromi; hukuman tidak boleh dikurangi oleh belas kasihan manusiawi. Ini menunjukkan bahwa pelanggaran yang mengancam struktur sosial harus ditangani dengan tegas.

Tahukah kamu

Hukuman Fisik dalam Hukum Taurat

Meski hukuman fisik seperti ini jarang dalam Perjanjian Lama, keberadaannya menunjukkan bahwa tindakan yang mengancam keturunan dan kehormatan dianggap sangat berat. Ini juga mengajarkan bahwa pemimpin harus adil tanpa pilih kasih.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 25:12

✕  Sering dikira

Hukuman ini harus diterapkan secara harfiah saat ini

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks modern, ada hukum yang lebih manusiawi; prinsip keadilan tetap berlaku, tetapi penerapannya berbeda.

✕  Sering dikira

Tuhan kejam karena memerintahkan pemotongan tangan

✓  Yang sebenarnya

Hukum ini dimaksudkan untuk mencegah kekerasan yang lebih besar dan menjaga ketertiban sosial, bukan tindakan sadis.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 25:12

Kita belajar bahwa ada konsekuensi keras untuk tindakan yang tidak pantas. Setiap orang harus menghormati batas-batas fisik dan moral orang lain, dan tidak dibenarkan untuk melindungi orang lain dengan cara yang melanggar hukum atau norma.

Tuhan, tanamkan dalam hatiku rasa hormat yang dalam terhadap sesama, dan jauhkan aku dari perbuatan yang merusak tubuh atau martabat orang lain. Amin.