Hukum Setimpal

Ulangan 19:21

Keadilan dan Perlindungan

Janganlah kamu kasihan, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.

Ulangan 19:21 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 19:21?

Ayat ini merupakan hukum 'lex talionis' (pembalasan setimpal), yang membatasi hukuman agar tidak berlebihan: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata. Ini bukan mendorong balas dendam, melainkan memastikan keadilan proporsional, tanpa belas kasihan yang salah.

Latar belakang

Prinsip Balas yang Setimpal

Musa menegaskan bahwa hukuman harus proporsional: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, dan seterusnya. Ini mencegah balas dendam yang berlebihan dan memastikan keadilan.

Di mana

Dataran Moab

Di padang gurun, sebelum menyeberangi Yordan

Kapan

~1400 SM

Pemberian Hukum

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Perebutan Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, pembawa hukum TUHAN

O

Kepada

Orang Israel

Umat pilihan Allah, generasi yang akan masuk Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֶפֶשׁ

nefesh · nyawa

Jiwa, kehidupan, makhluk hidup

תַּחַת

tachat · ganti

Sebagai ganti, di bawah, sebagai pengganti

עַיִן

'ayin · mata

Mata, sumber cahaya, penglihatan

Frasa 'nyawa ganti nyawa' menekankan bahwa setiap kejahatan harus mendapat konsekuensi yang setimpal, tetapi tetap dalam kerangka hukum yang adil.

Tahukah kamu

Bukan Anjuran Balas Dendam

Peraturan ini diberikan kepada hakim untuk membatasi hukuman, bukan untuk membenarkan dendam pribadi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 19:21

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 19:21

✕  Sering dikira

Orang Kristen boleh membalas dendam secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Yesus mengajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, menekankan kasih dan pengampunan.

✕  Sering dikira

Hukum ini memaksakan penghukuman fisik untuk semua kejahatan.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pedoman untuk hakim, bukan anjuran untuk main hakim sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 19:21

Di era sekarang, kita sering ingin membalas dengan lebih kejam. Hukum ini mengingatkan kita untuk bertindak adil dan tidak berlebihan dalam menghadapi kesalahan orang, serta tidak menahan pengampunan ketika telah ada pertobatan.

Tuhan, ajari kami untuk menghargai keadilan dan tidak terpancing untuk membalas dendam; berikan hati yang penuh kasih dan hikmat. Amin.