Ulangan 24:4
“maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruhnya pergi itu tidak boleh mengambil perempuan itu menjadi istri setelah perempuan itu menjadi najis. Itu adalah kekejian bagi TUHAN. Janganlah kamu mendatangkan dosa di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”Ulangan 24:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang Ulangan 24.5–8 124 diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”Ulangan 24:4 · TB
Terjemahan Baru
“Dalam kedua hal suami yang pertama tak boleh mengawini wanita itu lagi; ia harus memandangnya sebagai wanita yang sudah dicemarkan. Kalau ia mengawininya juga, perbuatan itu merupakan penghinaan terhadap TUHAN Allahmu. Kamu tak boleh melakukan dosa sejahat itu di negeri yang diberikan TUHAN kepadamu."”Ulangan 24:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“maka suami pertamanya tidak boleh menikahinya kembali, karena perempuan itu sudah tercemar. TUHAN sangat membenci perbuatan ini! Janganlah melakukan dosa yang menjijikkan seperti itu di negeri pemberian TUHAN Allahmu!””Ulangan 24:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Her former husband, which sent her away, may not take her again to be his wife, after that she is defiled; for that is abomination before the LORD: and thou shalt not cause the land to sin, which the LORD thy God giveth thee for an inheritance.”Ulangan 24:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 24:4?
Ayat ini melarang suami pertama untuk menikahi kembali mantan istrinya setelah ia dinikahi orang lain. Hal ini karena perempuan itu dianggap najis, dan pernikahan kembali itu adalah kekejian bagi Tuhan. Tujuannya mencegah kekacauan dalam hubungan keluarga.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 24:4
Ada batasan-batasan dalam hidup yang harus kita hormati, meskipun kita mungkin ingin sesuatu. Belajarlah untuk tunduk pada aturan yang melindungi kita dan orang lain dari kekacauan.
Bapa, beri kami kebijaksanaan untuk mematuhi batasan yang Engkau tetapkan, dan jauhkan kami dari tindakan yang mendatangkan dosa. Amin.