Tuhan dibandingkan dengan suami yang diceraikan
Yeremia 3:1
Tuhan Mengundang Israel untuk Kembali
PerikopPertobatan kepada TUHAN · Yeremia 3:1-5 →““Jika seorang laki-laki menceraikan istrinya dan istrinya pergi darinya dan menjadi istri laki-laki lain, apakah laki-laki itu akan kembali kepadanya? Tidakkah negeri itu akan benar-benar tercemar? Kamu telah melacur dengan banyak kekasih, tetapi kamu ingin kembali kepada-Ku?” firman TUHAN.”Yeremia 3:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Firman-Nya: "Jika seseorang menceraikan isterinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi isteri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama Yeremia 3.2–6 12 kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.”Yeremia 3:1 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata, "Apabila seorang istri diceraikan oleh suaminya, lalu wanita itu menjadi istri orang lain, maka bekas suaminya tak boleh mengambil dia kembali sebagai istri, sebab hal itu akan merusak negeri ini. Engkau Israel, sudah mempunyai banyak sekali kekasih, masakan sekarang engkau mau kembali kepada-Ku!”Yeremia 3:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“They say, If a man put away his wife, and she go from him, and become another man’s, shall he return unto her again? shall not that land be greatly polluted? but thou hast played the harlot with many lovers; yet return again to me, saith the LORD.”Yeremia 3:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 3:1?
Ayat ini memakai analogi perceraian untuk menunjukkan betapa seriusnya dosa Israel. Israel tidak setia kepada Tuhan seperti istri yang berzinah, namun Tuhan masih menawarkan pengampunan dan memanggil mereka untuk kembali. Ini menunjukkan kasih Tuhan yang luar biasa, yang mau menerima kembali umat-Nya yang sudah berselingkuh secara rohani.
Latar belakang
Metafora perceraian
Tuhan memakai gambaran hukum perceraian untuk menunjukkan betapa seriusnya dosa Israel. Israel telah berzinah secara rohani dengan menyembah dewa-dewa lain, seperti istri yang meninggalkan suaminya. Pertanyaan retoris Tuhan menegaskan bahwa hubungan itu sudah rusak, namun Ia tetap menawarkan pengampunan.
Di mana
Yerusalem
Tidak disebutkan, mungkin di bait atau rumah nabi
Kapan
~627 SM
Zaman Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yeremia
Kepada
Israel/Yehuda
Bangsa pilihan yang telah tidak setia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
זָנָה
zanah · melacur
berzinah, tidak setia secara rohani
אֹהֵב
ohev · kekasih
kekasih, sahabat (di sini: dewa-dewa asing)
שׁוּב
shuv · kembali
berbalik, bertobat, kembali
Kata shuv (kembali) adalah inti dari panggilan Tuhan. Meskipun Israel telah 'melacur' (zanah) dengan banyak 'kekasih' (ohev), Tuhan tetap membuka pintu untuk kembali.
Tahukah kamu
Hukum perceraian dalam Ulangan
Ulangan 24:1-4 melarang suami mengambil kembali istri yang sudah dinikahi orang lain. Gambaran ini dipakai Tuhan untuk menunjukkan bahwa secara hukum, Israel tidak layak kembali, tetapi kasih Tuhan melampaui hukum.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 3:1
Ulangan 24:1-4
hukum perceraian
“Apabila seseorang mengambil perempuan dan menjadi suaminya...”
Yesaya 62:5
Tuhan sebagai suami
“Sebab seperti seorang teruna bersiap untuk bertemu dengan seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan bersiap untuk bertemu denganmu.”
Hosea 2:19-20
kesetiaan Tuhan
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 3:1
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak mau mengampuni dosa yang sangat serius.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya, ayat ini menunjukkan kerinduan Tuhan untuk memulihkan, meski secara hukum manusia tidak mungkin.
✕ Sering dikira
Tuhan di sini dianggap sebagai pihak yang bimbang atau tidak setia.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan adalah korban ketidaksetiaan, bukan penyebabnya.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 3:1
Kita mungkin pernah merasa terlalu kotor untuk kembali kepada Tuhan. Namun ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah menutup pintu. Kita bisa datang kepada-Nya dengan jujur, mengakui kesalahan, dan mengalami pemulihan.
Bapa, terima kasih karena kasih-Mu tidak pernah berkesudahan. Ajari aku untuk tidak takut datang kembali kepada-Mu, apa pun yang telah kulakukan. Amin.