Larangan Bunga untuk Sesama
Ulangan 23:19
Kekudusan dan Kemurahan dalam Komunitas
“Janganlah kamu membungakan kepada saudaramu, baik berupa uang, makanan, atau segala sesuatu yang dapat dibungakan.”Ulangan 23:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.”Ulangan 23:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau kamu meminjamkan uang kepada orang asing, kamu boleh minta bunga. Tetapi kalau kamu meminjamkan uang atau makanan atau barang lain kepada orang sebangsamu, pinjaman itu harus diberikan tanpa bunga. Taatilah perintah itu, maka TUHAN Allahmu memberkati segala sesuatu yang kamu lakukan di negeri yang kamu duduki.”Ulangan 23:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jangan menagih bunga dari sesama orang Israel ketika kamu meminjamkan uang, makanan, atau apa pun kepadanya.”Ulangan 23:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt not lend upon usury to thy brother; usury of money, usury of victuals, usury of any thing that is lent upon usury:”Ulangan 23:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 23:19?
Ayat ini melarang orang Israel membebankan bunga kepada sesama orang Israel atas pinjaman uang, makanan, atau barang lainnya. Ini adalah aturan untuk menjaga keadilan dan solidaritas dalam komunitas, agar orang-orang yang membutuhkan tidak semakin terbebani. Larangan ini menunjukkan bahwa Tuhan peduli pada kesejahteraan ekonomi dan hubungan sosial yang adil di antara umat-Nya.
Latar belakang
Aturan tentang Peminjaman Uang
Musa memberikan hukum tentang bunga dalam transaksi keuangan antar sesama Israel. Larangan ini bertujuan mencegah penindasan ekonomi dan memelihara solidaritas dalam komunitas.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi Sungai Yordan, sebelum masuk ke tanah perjanjian
Kapan
~1406 SM
Pembentukan hukum Taurat di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pemberi hukum, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang baru saja keluar dari Mesir, dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשַׁךְ
nashak · membungakan
memungut bunga, menggigit
אָח
akh · saudaramu
saudara laki-laki, kerabat sebangsa
כֶּסֶף
kesef · uang
perak, uang
Ketiga kata ini menekankan bahwa utang-piutang dalam komunitas perjanjian bukan soal keuntungan, tetapi soal menjaga hubungan persaudaraan. 'Nashak' (bunga) tidak boleh mengubah 'akh' (saudara) menjadi objek eksploitasi.
Tahukah kamu
Bunga dan Hubungan Kekerabatan
Dalam bahasa Ibrani, kata untuk bunga (neshek) berasal dari akar kata yang berarti 'menggigit', menggambarkan bagaimana bunga bisa 'menggigit' keuangan orang miskin.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 23:19
Keluaran 22:25
Larangan serupa
“Jika engkau meminjamkan uang kepada umat-Ku, kepada orang miskin yang di antaramu, janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang; janganlah engkau bebankan bunga.”
Imamat 25:35-37
Perintah menolong
“Apabila saudaramu jatuh miskin dan tidak mampu bertahan di antaramu, maka engkau harus menopang dia... Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya.”
Mazmur 15:5
Syarat menghampiri Allah
“Yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 23:19
✕ Sering dikira
Larangan ini berlaku untuk semua transaksi, termasuk dengan orang asing.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 20 membolehkan bunga kepada orang asing, tetapi melarang kepada sesama Israel.
✕ Sering dikira
Bunga selalu dosa, bahkan dalam konteks modern.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya adalah melindungi yang lemah, bukan melarang semua bentuk bunga secara mutlak.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 23:19
Dalam hidup sehari-hari, kita bisa menerapkan prinsip ini dengan tidak memanfaatkan kesulitan orang lain untuk keuntungan pribadi. Misalnya, ketika meminjamkan uang atau barang kepada teman atau keluarga, hindari meminta imbalan berlebihan yang memberatkan. Ingatlah untuk bersikap murah hati dan mendukung mereka yang sedang kesulitan, bukan menambah beban mereka.
Tuhan, ajarilah aku untuk selalu bermurah hati dan adil dalam urusan keuangan, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Amin.