Pinjam-Meminjam Tanpa Bunga
Keluaran 22:25
Hukum Keadilan di Padang
“Jika kamu meminjamkan uang kepada umat-Ku yang miskin di antaramu, kamu tidak boleh bertindak seperti penagih utang terhadapnya dan kamu juga tidak boleh menetapkan bunga kepadanya.”Keluaran 22:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: Keluaran 22.26–30 111 janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.”Keluaran 22:25 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau kamu meminjamkan uang kepada seorang miskin dari antara bangsa-Ku, janganlah bertindak seperti penagih hutang yang menuntut bunga.”Keluaran 22:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jika kamu meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku yang miskin, janganlah berlaku seperti lintah darat dengan membebankan bunga kepadanya.”Keluaran 22:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If thou lend money to any of my people that is poor by thee, thou shalt not be to him as an usurer, neither shalt thou lay upon him usury.”Keluaran 22:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:25?
Ayat ini melarang meminjamkan uang dengan bunga kepada orang miskin dalam komunitas Israel. Tujuannya adalah mencegah penindasan dan memastikan bahwa bantuan keuangan diberikan sebagai tindakan kasih, bukan sebagai cara untuk memperkaya diri dari kesusahan orang lain.
Latar belakang
Tidak boleh ada bunga untuk sesama orang miskin
Kalau sesama Israel yang miskin meminjam uang, dilarang memungut bunga. Ini bukan sistem perbankan komersial — ini adalah pinjaman darurat untuk orang yang kekurangan. Memungut bunga dari orang yang sudah susah adalah bentuk eksploitasi yang Allah larang keras.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · komunitas yang sedang belajar ekonomi yang adil
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָנִי
ani · miskin
Orang yang miskin atau kekurangan — bukan sekadar kategori ekonomi tapi orang yang rentan
נֹשֶׁה
noshe · penagih utang
Pemberi pinjaman yang agresif — dari kata yang sama dengan 'melupakan', karena penagih utang bisa membuat orang lupa martabatnya
נֶשֶׁך
neshekh · bunga
Bunga pinjaman — harfiah berarti 'gigitan', menggambarkan cara bunga menggerogoti keuangan peminjam
Kata 'neshekh' (bunga) yang berarti 'gigitan' adalah gambaran yang kuat — bunga bukan sekadar angka, tapi sesuatu yang menggerogoti dan melemahkan. Allah melarang umat-Nya menjadi 'penggigit' bagi sesama yang sudah susah.
Tahukah kamu
Larangan riba dalam tiga agama Abrahamik
Larangan memungut bunga kepada orang miskin atau sesama komunitas ada dalam Yudaisme (ayat ini), Islam (riba dilarang), dan Kekristenan awal. Ketiganya berakar pada prinsip yang sama: uang tidak boleh dijadikan alat eksploitasi terhadap yang lemah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:25
Imamat 25:36-37
larangan riba serupa
“Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba daripadanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.”
Nehemia 5:7
eksploitasi sesama yang dikecam
“Aku mempersalahkan para pemuka dan penguasa, kataku kepada mereka: Kamu memeras, masing-masing saudaranya sendiri!”
Lukas 6:35
pinjam tanpa mengharap untung
“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:25
✕ Sering dikira
"Semua bentuk bunga dilarang"
✓ Yang sebenarnya
Larangan ini spesifik untuk pinjaman kepada sesama Israel yang miskin — bukan larangan untuk semua jenis transaksi bisnis
✕ Sering dikira
"Ini berarti kamu tidak boleh pinjam uang"
✓ Yang sebenarnya
Hukum ini mengatur cara meminjamkan, bukan melarang pinjam-meminjam. Bahkan mendorong pinjaman tanpa bunga sebagai tindakan kasih
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:25
Saat menolong orang yang kesulitan finansial, periksa motivasi kita. Apakah kita membantu dengan tulus atau mencari keuntungan? Kasih yang praktis berarti memberi tanpa membebani, terutama bagi mereka yang paling rentan.
Tuhan, ajar kami untuk menolong sesama dengan murah hati tanpa mengharapkan imbalan, dan jauhkan kami dari sikap yang memanfaatkan kesulitan orang lain. Amin.