Hak sulung tidak bisa dicabut
Ulangan 21:15
Aturan tentang pembunuhan, tawanan, dan hak sulung
PerikopAnak Sulung · Ulangan 21:15-17 →“Jika seseorang memiliki dua istri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintai, dan keduanya, baik yang dicintai dan yang tidak dicintai melahirkan seorang anak laki-laki baginya, dan anak sulung lahir dari istri yang tidak dicintainya.”Ulangan 21:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan Ulangan 21.16–19 111 yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,”Ulangan 21:15 · TB
Terjemahan Baru
“"Misalkan seorang punya dua istri, dan keduanya melahirkan anak laki-laki, tetapi anak yang lahir lebih dahulu bukan anak dari istri kesayangannya.”Ulangan 21:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Kalau seorang laki-laki mempunyai dua istri, yang satu dicintai dan yang lainnya tidak, lalu kedua istri itu melahirkan anak laki-laki baginya, tetapi anak yang sulung lahir dari istri yang tidak dicintai,”Ulangan 21:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If a man have two wives, one beloved, and another hated, and they have born him children, both the beloved and the hated; and if the firstborn son be hers that was hated:”Ulangan 21:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 21:15?
Ayat ini mengatur hak waris dalam keluarga poligami: jika seorang pria memiliki dua istri dan anak sulung berasal dari istri yang tidak dicintai, hak kesulungan tetap menjadi milik anak sulung tersebut, tidak boleh dipindahkan kepada anak dari istri yang dicintai.
Latar belakang
Melindungi hak anak sulung dalam poligami
Jika seorang pria memiliki dua istri dan istri yang tidak dicintai melahirkan anak laki-laki pertama, ia tetap harus memberikan hak anak sulung kepada anak itu, bukan kepada anak dari istri yang dicintai. Ini mencegah manipulasi warisan.
Di mana
Dataran Moab, di seberang Sungai Yordan
Perkemahan Israel, sebelum memasuki Tanah Perjanjian
Kapan
~1405 SM
Perjalanan di padang gurun, akhir kepemimpinan Musa
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pemberi hukum, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, generasi yang akan masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּכוֹר
bekhor · anak sulung
anak laki-laki pertama, yang memiliki hak istimewa
אָהַב
ahav · dicintai
mengasihi, menyukai, atau merasa sayang
שָׂנֵא
sane · tidak dicintai
membenci, atau kurang disayangi (dalam konteks ini berarti istri yang kurang disukai)
Kata-kata ini menunjukkan bahwa perasaan pribadi tidak boleh mengubah aturan Allah. Hak sulung ditentukan oleh kelahiran, bukan oleh kasih sayang orang tua.
Tahukah kamu
Hak sulung (bekhorah) dalam budaya Ibrani
Hak sulung mencakup bagian warisan ganda dan kepemimpinan keluarga. Kata 'bekhor' berarti 'sulung' dan sering dipakai dalam konteks sejarah Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 21:15
Kejadian 29:31-35
istri yang tidak dicintai
“Ketika TUHAN melihat bahwa Lea tidak dicintai, Ia membuka kandungannya...”
1 Tawarikh 5:1
hak sulung dialihkan
“Rubel, anak sulung Israel, ... hak kesulungan diberikan kepada anak-anak Yusuf”
Ibrani 12:16
hak sulung berharga
“Jangan ada orang yang cabul atau duniawi seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 21:15
✕ Sering dikira
Ayat ini mendukung poligami sebagai cara yang ideal.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini hanya mengatur jika poligami terjadi; Allah tidak pernah memerintahkan poligami.
✕ Sering dikira
Hak sulung bisa dibatalkan oleh kasih sayang orang tua.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini dengan tegas melarang hal itu; hak sulung tetap pada anak pertama.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 21:15
Keadilan harus ditegakkan tanpa memihak, bahkan dalam dinamika keluarga yang rumit. Jangan biarkan perasaan pribadi mengaburkan penilaian kita terhadap hak orang lain.
Ya Allah, berikan aku hati yang adil dan bijaksana untuk memperlakukan semua orang dengan imparsial. Amin.