Kebebasan bagi tawanan yang tidak diinginkan
Ulangan 21:14
Aturan tentang pembunuhan, tawanan, dan hak sulung
“Jika kamu tidak suka lagi kepadanya, biarkanlah dia pergi sesuka hatinya. Kamu tidak boleh menjualnya demi uang. Kamu tidak boleh menganggapnya budak karena kamu telah merendahkannya.”Ulangan 21:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila engkau tidak suka lagi kepadanya, maka haruslah engkau membiarkan dia pergi sesuka hatinya; tidak boleh sekali-kali engkau menjual dia dengan bayaran uang; tidak boleh engkau memperlakukan dia sebagai budak, sebab engkau telah memaksa dia."”Ulangan 21:14 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau di kemudian hari engkau tidak menginginkan dia lagi, engkau boleh menyuruh dia pergi dengan bebas. Ia tak boleh kauperlakukan sebagai budak atau kaujual, karena ia telah kaupaksa bersetubuh dengan engkau."”Ulangan 21:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila di kemudian hari kamu tidak menginginkan perempuan itu lagi, kamu harus membiarkan dia pergi. Jangan memperlakukan dia sebagai budak atau menjualnya, karena kamu sudah mempermalukan perempuan itu.””Ulangan 21:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it shall be, if thou have no delight in her, then thou shalt let her go whither she will; but thou shalt not sell her at all for money, thou shalt not make merchandise of her, because thou hast humbled her.”Ulangan 21:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 21:14?
Jika suami tidak lagi menginginkan istri tawanan tersebut, ia harus membebaskannya, tidak menjualnya atau memperlakukannya sebagai budak, karena ia telah merendahkannya dengan menikahinya. Ini menegaskan perlunya perlakuan adil dan bermartabat.
Latar belakang
Hak wanita tawanan setelah pernikahan
Jika seorang pria tidak lagi menyukai istrinya yang mantan tawanan, ia harus melepaskannya dengan bebas. Ia dilarang menjualnya atau memperlakukannya sebagai budak, karena ia telah merendahkannya dengan menjadikannya istri.
Di mana
Dataran Moab, di seberang Sungai Yordan
Perkemahan Israel, sebelum memasuki Tanah Perjanjian
Kapan
~1405 SM
Perjalanan di padang gurun, akhir kepemimpinan Musa
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pemberi hukum, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, generasi yang akan masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלַח
shalach · biarkanlah
melepas, mengirim pergi, atau membebaskan
מָכַר
makar · menjualnya
menjual dengan harga, memperdagangkan
עָנָה
anah · merendahkan
menindas, memperlakukan dengan kasar, atau merendahkan
Ketiga kata ini membentuk larangan yang kuat: lepaskan dengan bebas, jangan jual, dan jangan perlakukan semena-mena. Ini melindungi martabat wanita dalam situasi yang rentan.
Tahukah kamu
Kata 'merendahkan' (anah) dalam bahasa Ibrani
Kata 'anah' bisa berarti memperlakukan dengan kasar atau menindas. Ini menunjukkan bahwa jika suami menceraikannya, ia harus bertanggung jawab atas statusnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 21:14
Keluaran 21:7-11
perlindungan wanita
“Jika seseorang menjual anaknya sebagai budak perempuan, ... jika ia tidak menyukainya, harus ditebus.”
Ulangan 24:1-4
aturan perceraian
“Jika seseorang mengambil istri dan menikahinya, tetapi ia tidak menyukainya lagi...”
Galatia 3:28
kesetaraan di hadapan Allah
“Tidak ada budak maupun orang merdeka, tidak ada laki-laki maupun perempuan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 21:14
✕ Sering dikira
Perempuan tawanan boleh diperlakukan sesuka hati, termasuk dijual sebagai budak.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini secara eksplisit melarang menjualnya atau memperlakukannya sebagai budak.
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya berlaku untuk tawanan perang, bukan untuk wanita lain.
✓ Yang sebenarnya
Ini memang konteks perang, tetapi prinsipnya menegaskan martabat manusia.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 21:14
Keputusan dalam hubungan harus diambil dengan kesungguhan; jika berakhir, lakukan dengan hormat dan tanpa eksploitasi. Perlakukan setiap orang dengan martabat, terutama yang pernah kita ikat dalam komitmen.
Bapa, mampukan aku untuk selalu memperlakukan sesama dengan adil dan penuh hormat, terutama dalam situasi sulit. Amin.