Pengecualian bagi pemilik kebun anggur
Ulangan 20:6
Hak untuk Pulang Sebelum Berperang
“Apakah di sini ada yang sudah menanami kebun anggurnya, tetapi belum memetik buahnya? Biarlah dia pulang ke rumahnya, supaya dia jangan mati dalam peperangan dan orang lain akan menikmati buahnya.”Ulangan 20:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap Ulangan 20.7–11 105 hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya.”Ulangan 20:6 · TB
Terjemahan Baru
“Adakah di antara kamu orang yang baru saja menanami kebun anggurnya dan belum sempat memetik buah-buah anggurnya? Kalau ada, ia boleh pulang. Sebab kalau ia terbunuh dalam peperangan, orang lain akan menikmati air anggurnya.”Ulangan 20:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika ada di antara kalian yang menanam kebun anggur dan belum memanennya, dia boleh pulang. Jangan sampai dia tewas dalam perang dan orang lain menikmati hasil pertama dari kebun itu.”Ulangan 20:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And what man is he that hath planted a vineyard, and hath not yet eaten of it? let him also go and return unto his house, lest he die in the battle, and another man eat of it.”Ulangan 20:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 20:6?
Ayat ini melanjutkan daftar pengecualian: orang yang menanami kebun anggur tetapi belum memetik buahnya tidak perlu pergi berperang. Ini menekankan bahwa menikmati hasil usaha adalah berkat yang layak dijaga.
Latar belakang
Pemilik kebun anggur yang belum menikmati hasil
Petugas juga menyatakan bahwa siapa yang telah menanami kebun anggur tetapi belum memetik buahnya, boleh pulang. Sama seperti kasus rumah, ini mencegah kematian yang membuat orang lain menikmati kebunnya, dan menjaga pasukan tetap fokus.
Di mana
Dataran Moab, di seberang Yerikho
Tengah perkemahan, saat pemeriksaan pasukan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di Padang Gurun
Yang berbicara
Para petugas
Pejabat militer yang mengatur pasukan Israel
Kepada
Prajurit Israel
Pasukan yang menerima instruksi sebelum perang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָטַע
nata' · menanami
menanam, terutama pohon anggur
כֶּרֶם
kerem · kebun anggur
kebun anggur, ladang anggur
חָלַל
khalal · memetik buahnya
membuka, memetik hasil; secara harfiah 'menjadikan umum'
Kata 'khalal' untuk 'memetik buah' berkonotasi 'menjadikan tidak suci' atau 'memulai menggunakan'. Jadi, sebelum buah anggur dipetik pertama kali, anggur itu dianggap sebagai 'belum boleh dipakai' (mirip konsep buah sulung). Orang yang belum sempat memulai panen diberi pembebasan agar bisa melakukannya.
Tahukah kamu
Anggur sebagai simbol berkat
Dalam budaya Israel kuno, kebun anggur adalah simbol kemakmuran dan damai sejahtera. Tidak sempat menikmati hasilnya berarti kehilangan bagian dari berkat Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 20:6
Ulangan 20:5
Pola serupa
“Apakah di sini ada yang telah membangun sebuah rumah baru, tetapi belum menempatinya? ...”
Ulangan 24:5
Pengecualian untuk urusan baru
“Apabila seorang baru saja mengambil isteri, janganlah ia pergi berperang...”
Imamat 19:23-25
Peraturan buah sulung
“Apabila kamu sudah masuk ke negeri itu dan menanam berbagai pohon, kamu harus menganggap buahnya sebagai tidak boleh dimakan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 20:6
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya soal kebun anggur, padahal prinsipnya berlaku untuk semua jenis tanaman.
✓ Yang sebenarnya
Kebun anggur adalah contoh spesifik, tetapi prinsipnya adalah kepemilikan hasil yang belum dinikmati.
✕ Sering dikira
Menyimpulkan bahwa Tuhan tidak peduli soal perang dan hanya fokus pada kesejahteraan individu.
✓ Yang sebenarnya
Peraturan ini justru membangun kepercayaan kepada Tuhan: lahan dan hasil tetap aman, dan perang dimenangkan oleh Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 20:6
Kita sering lupa untuk menikmati hasil kerja kita. Ayat ini mengajarkan bahwa ada waktu untuk bekerja dan waktu untuk menikmati buahnya. Jangan biarkan kesibukan atau pergumulan merampas sukacita atas berkat Tuhan.
Bapa, ajari aku untuk tidak melewatkan berkat yang Engkau berikan, dan beri aku kebijaksanaan untuk memprioritaskan hal yang penting. Amin.