Ulangan 1:28
“Ke mana kita akan pergi sekarang? Orang yang kita utus telah membuat kita ketakutan dengan laporannya. Mereka berkata, ‘Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi daripada kita, kota-kotanya besar dan memiliki benteng dengan tembok-tembok setinggi langit. Kami juga melihat orang Enak di sana.”’”Ulangan 1:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.”Ulangan 1:28 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi untuk apa kita ke sana? Orang-orang yang kita kirim ke sana membuat kita takut dengan melaporkan bahwa bangsa itu lebih kuat dan lebih gagah dari kita, dan bahwa mereka tinggal di kota-kota yang temboknya setinggi langit. Mereka melihat raksasa di sana!'”Ulangan 1:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau kita masuk ke negeri itu, kita akan dibunuh! Kita takut karena laporan dari orang-orang yang sudah mengintai ke sana. Mereka berkata, “Orang-orang di sana lebih tinggi dan lebih kuat daripada kita. Kota-kota mereka besar dan dikelilingi tembok yang menjulang tinggi ke langit! Kami bahkan melihat orang-orang raksasa di sana, yaitu keturunan Anakim.”’”Ulangan 1:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whither shall we go up? our brethren have discouraged our heart, saying, The people is greater and taller than we; the cities are great and walled up to heaven; and moreover we have seen the sons of the Anakims there.”Ulangan 1:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 1:28?
Ayat ini menggambarkan ketakutan umat Israel karena laporan pengintai yang menakutkan tentang orang-orang raksasa dan kota-kota berkubu. Mereka merasa mustahil untuk menaklukkan negeri itu, dan ini membuat mereka putus asa.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 1:28
Ketakutan sering kali muncul ketika kita fokus pada besarnya masalah dan melupakan kuasa Tuhan. Alih-alih membiarkan ketakutan menguasai, kita perlu mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari segala rintangan. Ia berjanji menyertai kita.
Tuhan, saat aku menghadapi tantangan yang tampaknya mustahil, ingatkanlah aku bahwa Engkau lebih besar. Tolonglah aku untuk tidak takut, tetapi percaya pada kuasa-Mu, Amin.