Laporan mata-mata mengecilkan hati
Ulangan 1:28
Musa Mengenang Kembali
PerikopPengintai Pergi ke Kanaan · Ulangan 1:19-33 →“Ke mana kita akan pergi sekarang? Orang yang kita utus telah membuat kita ketakutan dengan laporannya. Mereka berkata, ‘Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi daripada kita, kota-kotanya besar dan memiliki benteng dengan tembok-tembok setinggi langit. Kami juga melihat orang Enak di sana.”’”Ulangan 1:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.”Ulangan 1:28 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi untuk apa kita ke sana? Orang-orang yang kita kirim ke sana membuat kita takut dengan melaporkan bahwa bangsa itu lebih kuat dan lebih gagah dari kita, dan bahwa mereka tinggal di kota-kota yang temboknya setinggi langit. Mereka melihat raksasa di sana!'”Ulangan 1:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau kita masuk ke negeri itu, kita akan dibunuh! Kita takut karena laporan dari orang-orang yang sudah mengintai ke sana. Mereka berkata, “Orang-orang di sana lebih tinggi dan lebih kuat daripada kita. Kota-kota mereka besar dan dikelilingi tembok yang menjulang tinggi ke langit! Kami bahkan melihat orang-orang raksasa di sana, yaitu keturunan Anakim.”’”Ulangan 1:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whither shall we go up? our brethren have discouraged our heart, saying, The people is greater and taller than we; the cities are great and walled up to heaven; and moreover we have seen the sons of the Anakims there.”Ulangan 1:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 1:28?
Ayat ini menggambarkan ketakutan umat Israel karena laporan pengintai yang menakutkan tentang orang-orang raksasa dan kota-kota berkubu. Mereka merasa mustahil untuk menaklukkan negeri itu, dan ini membuat mereka putus asa.
Latar belakang
Ketakutan yang Meluas
Setelah dua belas mata-mata kembali dari Kanaan, sepuluh di antaranya menyebarkan laporan yang menakutkan. Mereka menggambarkan penduduk Kanaan sebagai raksasa dan kota-kota yang berdinding tinggi, sehingga umat Israel menjadi takut dan tidak mau masuk ke negeri yang dijanjikan.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang Sungai Yordan, di padang belantara
Kapan
±1400 SM
Perjalanan ke Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, mantan pangeran Mesir, kini gembala umat
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang dibebaskan dari Mesir, generasi yang keras kepala
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָרֵא
yare · takut
merasa takut, gentar
גָּדוֹל
gadol · besar
besar, hebat
רָם
ram · tinggi
tinggi, ditinggikan
Ketiga kata ini menggambarkan penghalang yang tampak mustahil: ukuran yang besar dan ketinggian yang menjulang. Namun, fokus pada masalah membuat mereka melupakan kuasa Allah yang lebih besar.
Tahukah kamu
Orang Enak
Orang Enak disebut sebagai keturunan raksasa (Bilangan 13:33), dan nama mereka menjadi simbol ketakutan di kemudian hari.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 1:28
Bilangan 13:32-33
Laporan negatif yang sama
“Mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar tentang negeri yang mereka intai itu, katanya, "Negeri yang kami lalui untuk mengintainya adalah negeri yang memakan penduduknya... Kami lihat orang Enak di sana."”
Ulangan 1:28
Kutipan langsung
“Ke mana kita akan pergi sekarang?”
Mazmur 27:1
Kontras dengan rasa takut
“TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 1:28
✕ Sering dikira
Menganggap laporan mata-mata itu benar dan Tuhan gagal memenuhi janji-Nya.
✓ Yang sebenarnya
Laporan itu benar tentang tantangan, tetapi salah karena mengabaikan janji dan kuasa Allah.
✕ Sering dikira
Mengira ketakutan mereka adalah respons yang wajar dan bisa dibenarkan.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab menegaskan ketakutan mereka sebagai tanda ketidakpercayaan kepada Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 1:28
Ketakutan sering kali muncul ketika kita fokus pada besarnya masalah dan melupakan kuasa Tuhan. Alih-alih membiarkan ketakutan menguasai, kita perlu mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari segala rintangan. Ia berjanji menyertai kita.
Tuhan, saat aku menghadapi tantangan yang tampaknya mustahil, ingatkanlah aku bahwa Engkau lebih besar. Tolonglah aku untuk tidak takut, tetapi percaya pada kuasa-Mu, Amin.