8 ayat pilihan
Ayat Alkitab tentang Kesombongan
Kesombongan mendahului kehancuran — dosa yang paling sulit dilihat pada diri sendiri. Ayat-ayat Alkitab tentang kesombongan ini menolong memeriksa hati sebelum jatuh.
Amsal 16:18
“Kesombongan mendahului kebinasaan, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa kesombongan selalu berujung pada kehancuran, mengingatkan kita untuk merendahkan hati.
Lihat arti & konteks Amsal 16:18 →Yakobus 4:6
“Namun, Allah memberi anugerah yang lebih lagi. Karena itu, Kitab Suci berkata, “Allah menentang orang yang sombong, tetapi memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.””
Menegaskan bahwa Allah secara aktif menentang orang sombong, tetapi memberi anugerah kepada yang rendah hati, jadi kerendahan hati adalah kunci.
Lihat arti & konteks Yakobus 4:6 →Amsal 11:2
“Ketika keangkuhan datang, datanglah aib, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.”
Menghubungkan keangkuhan dengan aib, sementara kerendahan hati membawa hikmat, mendorong kita memilih jalan yang bijak.
Lihat arti & konteks Amsal 11:2 →Amsal 8:13
“Takut akan TUHAN adalah membenci kejahatan. Kesombongan dan kecongkakan, jalan kejahatan dan mulut yang menentang, aku membencinya.”
Menunjukkan bahwa takut akan Tuhan termasuk membenci kesombongan, jadi menghindari keangkuhan adalah bagian dari hidup yang berkenan.
Lihat arti & konteks Amsal 8:13 →Galatia 6:3
“Jika ada orang yang menganggap dirinya penting, padahal tidak demikian, ia menipu dirinya sendiri.”
Mengungkap kebohongan diri ketika kita merasa lebih penting dari yang sebenarnya, mengajak kita jujur tentang diri sendiri.
Lihat arti & konteks Galatia 6:3 →1 Korintus 10:12
“Karena itu, biarlah orang yang menyangka kalau dirinya teguh berdiri waspada supaya ia tidak jatuh!”
Mengingatkan bahwa merasa kuat dan teguh justru bisa membuat kita lengah, sehingga perlu waspada agar tidak jatuh dalam kesombongan.
Lihat arti & konteks 1 Korintus 10:12 →Amsal 27:2
“Biarlah orang lain yang memujimu, dan bukan mulutmu sendiri; seorang asing, dan bukan bibirmu sendiri.”
Mengajarkan untuk tidak memuji diri sendiri, tetapi membiarkan orang lain yang menilai, karena pujian diri sering memicu kesombongan.
Lihat arti & konteks Amsal 27:2 →Roma 12:3
“Sebab, melalui anugerah yang telah diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu supaya jangan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang ia harus pikirkan, tetapi masing-masing berpikirlah dengan penilaian yang jernih sesuai ukuran iman yang Allah telah berikan.”
Mendorong kita untuk berpikir dengan jernih dan rendah hati, tidak menganggap diri lebih tinggi dari yang seharusnya, sesuai iman yang diberikan.
Lihat arti & konteks Roma 12:3 →