Naomi membayangkan mustahil
Rut 1:12
Harapan yang Mustahil?
“Pulanglah anak-anakku, pergilah, sebab aku sudah terlalu tua untuk bersuami. Kalaupun aku mengatakan ada harapan, kalaupun aku mendapatkan suami pada malam ini dan juga melahirkan anak-anak laki-laki,”Rut 1:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,”Rut 1:12 · TB
Terjemahan Baru
“Pulanglah, nak, sebab saya sudah terlalu tua untuk menikah lagi. Dan seandainya masih ada juga harapan bagi saya untuk menikah malam ini juga dan mendapat anak laki-laki,”Rut 1:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pulanglah ke rumah orangtuamu masing-masing, karena aku sudah terlalu tua untuk menikah lagi dan melahirkan dua anak laki-laki untuk menggantikan suamimu. Percuma saja kalau kamu berdua mengharapkanku untuk melahirkan pengganti suamimu! Sekalipun malam ini aku menikah dengan suami baru, tidak mungkin aku melahirkan lagi! Lebih baik keluargamu mencari suami baru daripada kamu tetap menderita bersamaku dalam keadaan yang sangat sulit dan pahit, karena ternyata TUHAN sudah meninggalkan aku!””Rut 1:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Turn again, my daughters, go your way; for I am too old to have an husband. If I should say, I have hope, if I should have an husband also to night, and should also bear sons;”Rut 1:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Rut 1:12?
Naomi melanjutkan alasannya bahwa ia terlalu tua untuk menikah lagi dan bahkan jika ia bisa melahirkan anak laki-laki, menantunya tidak akan mungkin menunggu mereka dewasa. Ini menegaskan bahwa harapan untuk melanjutkan keturunan sudah tidak ada.
Latar belakang
Andai Ada Harapan
Naomi berandai-andai demi menunjukkan betapa mustahil skenario itu. Dia membuat argumen yang meyakinkan bahwa mereka tidak boleh menunggunya.
Di mana
Jalan menuju Yehuda
Di jalan, saat mereka berhenti untuk berbicara
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Naomi
Janda tua, kembali ke Betlehem setelah kehilangan suami dan anak-anaknya
Kepada
Rut dan Orpa
Menantu perempuan Moab, keduanya janda
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תִּקְוָה
tikvah · harapan
pengharapan, sesuatu yang dinantikan
לְאִישׁ
leish · mendapatkan suami
kepada seorang laki-laki/suami
הַלַּיְלָה
hallaylah · malam ini
malam ini, pada malam hari
Kata 'harapan' (tikvah) jarang dipakai, dan 'malam ini' menekankan ketidakmungkinan. Naomi menyusun skenario absurd untuk membuat mereka mengerti tidak ada masa depan bersamanya.
Tahukah kamu
Konteks Budaya: Perkawinan Ipar
Di Israel kuno, jika seorang pria mati tanpa anak, saudaranya harus menikahi jandanya untuk meneruskan namanya. Naomi mengacu pada praktik ini, tetapi dia tidak punya anak lagi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Rut 1:12
Yeremia 29:11
Harapan
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu ... rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Kejadian 38:11
Perkawinan ipar
“Berkatalah Yehuda kepada Tamar: ... Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu sampai anakku Onan menjadi besar.”
Mazmur 39:7
Pengharapan
“Maka sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepadamu sajalah aku berharap.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Rut 1:12
✕ Sering dikira
Naomi benar-benar berharap menikah lagi.
✓ Yang sebenarnya
Dia memakai kalimat kontrafaktual untuk menunjukkan keputusasaan, bukan keinginan.
✕ Sering dikira
Naomi menyalahkan Allah secara berlebihan.
✓ Yang sebenarnya
Dia jujur tentang kepahitannya, tetapi tetap menyebut TUHAN sebagai sumber keadilan.
Renungan
Renungan Singkat Rut 1:12
Ada saatnya kita harus menerima kenyataan bahwa beberapa hal tidak mungkin terjadi, dan berdamai dengan keadaan. Namun, kita tidak perlu putus asa karena Tuhan punya rencana lain yang mungkin belum kita lihat.
Ya Tuhan, ketika aku merasa tidak ada harapan, tolong aku untuk percaya bahwa Engkau punya masa depan yang indah walau tak terlihat. Amin.