Tamar disuruh menunggu Syela yang masih kecil
Kejadian 38:11
Yehuda dan Tamar
“Kemudian, Yehuda berkata kepada Tamar, menantunya, “Tinggallah sebagai seorang janda di rumah ayahmu, sampai anakku, Syela, menjadi dewasa.” Karena pikirnya, “Jangan sampai dia juga mati seperti kakak-kakaknya.” Jadi, Tamar pergi dan tinggal di rumah ayahnya.”Kejadian 38:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: "Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar," sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu." Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.”Kejadian 38:11 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian berkatalah Yehuda kepada Tamar menantunya itu, "Kembalilah ke rumah orang tuamu dan tinggallah di situ sebagai janda sampai anakku Syela menjadi besar." Ia berkata demikian karena takut jangan-jangan Syela akan dibunuh TUHAN juga, seperti kedua abangnya. Maka pulanglah Tamar ke rumah orang tuanya.”Kejadian 38:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena takut hal yang sama akan terjadi kepada Syela, anak bungsunya, berkatalah Yehuda kepada Tamar, “Pergilah dan tinggallah di rumah orangtuamu sebagai janda sampai Syela dewasa.” Maka Tamar kembali ke rumah orangtuanya.”Kejadian 38:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Judah to Tamar his daughter in law, Remain a widow at thy father’s house, till Shelah my son be grown: for he said, Lest peradventure he die also, as his brethren did. And Tamar went and dwelt in her father’s house.”Kejadian 38:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 38:11?
Yehuda menyuruh Tamar kembali ke rumah ayahnya sebagai janda, dengan alasan menunggu Syela dewasa. Tetapi sebenarnya Yehuda takut Tamar 'membawa sial' seperti pada kedua kakaknya. Ini menunjukkan ketidakadilan dan kecurigaan Yehuda terhadap Tamar.
Latar belakang
Yehuda mengirim Tamar pulang ke ayahnya — dengan janji palsu
Yehuda meminta Tamar kembali ke rumah ayahnya sebagai janda, menunggu sampai Syela dewasa. Tapi narator langsung membongkar pikiran tersembunyi Yehuda: dia tidak benar-benar berniat memberi Syela kepada Tamar. Dia takut Syela mati juga seperti kakak-kakaknya.
Di mana
Kanaan
Antara rumah Yehuda dan rumah ayah Tamar · janji yang ditangguhkan
Kapan
~1800 SM
Era Patriark
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַלְמָנָה
almanah · janda
Janda — perempuan yang ditinggal mati suaminya, status yang sangat rentan secara sosial dan ekonomi di dunia kuno
שְׁבִי
shebi · tinggallah
Duduklah atau tinggallah — perintah yang menempatkan Tamar dalam posisi pasif dan bergantung
פֶּן
pen · jangan sampai
Mungkin atau jangan sampai — mengungkap ketakutan Yehuda yang tersembunyi di balik alasan resminya
Yehuda berkata 'tinggal' tapi pikirannya 'jangan sampai Syela mati'. Teks memberi kita akses ke pikiran tersembunyi Yehuda yang kontras dengan kata-katanya — dia berbohong kepada menantunya sendiri.
Tahukah kamu
Status janda di dunia kuno sangat rentan
Janda tanpa anak di dunia kuno hampir tidak punya hak hukum atas warisan suaminya. 'Pakaian kejandaan' yang disebutkan di ayat 14 adalah pakaian khusus yang menandai status sosial yang terpinggirkan — bukan sekadar mode berkabung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 38:11
Ulangan 10:18
TUHAN membela janda
“Ia memberikan keadilan bagi anak yatim dan janda, dan menunjukkan kasih sayang-Nya kepada orang asing.”
Rut 1:8
janda disuruh kembali ke keluarga
“Kembalilah masing-masing ke rumah ibumu.”
Yesaya 1:17
pembelaan hak janda
“Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam, belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara para janda!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 38:11
✕ Sering dikira
Yehuda bermaksud baik dengan menyuruh Tamar menunggu
✓ Yang sebenarnya
Narator langsung memberitahu pembaca bahwa Yehuda tidak sungguh-sungguh berniat menikahkan Syela dengan Tamar — ini janji palsu
✕ Sering dikira
Tamar patuh karena dia setuju
✓ Yang sebenarnya
Tamar tidak punya pilihan lain saat itu — dia adalah perempuan tanpa anak yang bergantung pada keluarga suaminya
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 38:11
Terkadang rasa takut membuat kita bertindak tidak adil dan tidak menepati janji. Belajarlah untuk mempercayai pemeliharaan Tuhan daripada mengendalikan keadaan dengan cara yang tidak benar.
Tuhan, jauhkan aku dari tindakan yang tidak adil dan sikap curiga. Bantu aku untuk menepati janji dan berlaku adil. Amin.