Kasih dan benci lenyap
Pengkhotbah 9:6
Hikmat di Hadapan Kematian
“Kasih mereka, kebencian mereka, dan kecemburuan mereka sudah lenyap. Untuk selama-lamanya, mereka tidak akan lagi memiliki bagian dalam segala sesuatu yang dilakukan di bawah matahari.”Pengkhotbah 9:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak Pengkhotbah 9.7–11 28 ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.”Pengkhotbah 9:6 · TB
Terjemahan Baru
“Rasa cinta, benci serta nafsunya, semuanya mati bersama dia. Ia tidak lagi mengambil bagian apa-apa dalam segala kejadian di dunia.”Pengkhotbah 9:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kasih sayang, kebencian, dan iri hati yang mereka rasakan selama masih hidup, semuanya lenyap dengan kematian mereka. Untuk selama-lamanya mereka tidak bisa lagi terlibat dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang hidup di dunia ini.”Pengkhotbah 9:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Also their love, and their hatred, and their envy, is now perished; neither have they any more a portion for ever in any thing that is done under the sun.”Pengkhotbah 9:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 9:6?
Orang mati dilupakan; kasih, kebencian, dan kecemburuan mereka hilang. Mereka tidak pernah lagi mengambil bagian dalam segala yang terjadi di dunia ini.
Latar belakang
Emosi tidak berlanjut
Pengkhotbah menjelaskan bahwa perasaan kasih, kebencian, dan kecemburuan yang mengisi hidup seseorang akan berakhir pada kematian. Orang mati tidak lagi ambil bagian dalam apa pun yang terjadi di dunia.
Di mana
Yerusalem
Di istana raja, kontemplasi
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Salomo, raja Israel (~950 SM)
Kepada
Pembaca Kitab Pengkhotbah
Umat yang merenungkan arti perasaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַהֲבָה
ahavah · kasih
kasih, cinta, ikatan emosional yang kuat.
שִׂנְאָה
sin'ah · kebencian
kebencian, permusuhan.
קִנְאָה
qin'ah · kecemburuan
kecemburuan, semangat, atau api.
Ketiga kata ini mewakili spektrum emosi manusia: cinta, benci, dan cemburu. Semuanya berakhir pada kematian. Ini menyiratkan bahwa hidup di dunia adalah satu-satunya tempat untuk mengalami dan mengekspresikan hal-hal tersebut, sehingga kita harus menggunakannya dengan bijak.
Tahukah kamu
Kecemburuan sebagai emosi yang kuat
Kata 'kecemburuan' (qin'ah) dalam bahasa Ibrani juga bisa berarti semangat atau api. Kematian memadamkan semua api emosi—baik yang positif maupun negatif.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 9:6
Mazmur 49:10
segala hilang
“Sebab ia melihat orang-orang berhikmat mati, orang-orang bodoh dan bebal pun binasa, dan meninggalkan harta mereka untuk orang lain.”
Ayub 14:10
kefanaan manusia
“Manusia mati dan binasa, manusia menghembuskan napas dan di manakah ia?”
1 Korintus 13:8
kasih kekal
“Kasih tidak berkesudahan. Tetapi nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan berakhir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 9:6
✕ Sering dikira
Orang mengira ayat ini mengajarkan bahwa kasih tidak penting karena akan lenyap.
✓ Yang sebenarnya
Justru karena kasih itu sementara, kita harus menghargainya selama hidup. Kasih tetap berharga, tetapi bukan sesuatu yang abadi di dunia.
✕ Sering dikira
Ada yang menafsirkan ayat ini sebagai alasan untuk tidak peduli pada orang mati, karena mereka tidak lagi merasa.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menekankan realitas kematian, sehingga kita lebih peduli pada kehidupan dan hubungan saat ini.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 9:6
Hidup di dunia ini singkat dan terbatas. Jangan terlalu terikat pada emosi atau hal-hal duniawi yang akan lenyap. Investasikan hidup pada hal yang kekal, seperti kasih dan pelayanan.
Tuhan, mampukan aku melepaskan hal-hal yang fana dan fokus pada yang kekal. Amin.