Manusia mati, tidak seperti pohon
Ayub 14:10
Harapan di Tengah Kefanaan
“Namun, manusia mati, dan dibaringkan. Dia mengembuskan napas terakhir, dan ke manakah dia?”Ayub 14:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?”Ayub 14:10 · TB
Terjemahan Baru
“Tapi bila manusia mati, habis riwayatnya; ia meninggal dunia, lalu ke mana perginya?”Ayub 14:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But man dieth, and wasteth away: yea, man giveth up the ghost, and where is he?”Ayub 14:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 14:10?
Ayub menegaskan bahwa manusia berbeda dari pohon: ia mati dan tidak dapat bangkit kembali secara alami. Ini meratapi kefanaan manusia yang tidak memiliki harapan seperti pohon.
Latar belakang
Perbedaan pohon dan manusia
Ayub membandingkan nasib manusia dengan pohon: pohon yang ditebang masih bisa bertunas, tetapi manusia yang mati tidak bangkit lagi. Ia meratapi kematian yang seolah-olah menjadi akhir segalanya.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat pembuangan sampah, duduk di antara abu
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Allah
Tuhan Yang Mahakuasa, yang diajak bicara Ayub
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מוּת
mut · mati
mengalami kematian fisik, berakhirnya kehidupan
חָלַשׁ
chalash · dibaringkan
menjadi lemah, jatuh sakit, atau terbaring karena kehilangan kekuatan
גָּוַע
gava · mengembuskan napas
menghembuskan napas terakhir, mati
Kata-kata ini menggambarkan kematian sebagai proses yang pasti: manusia menjadi lemah, terbaring, dan akhirnya berhenti bernapas. Ini menekankan ketidakberdayaan manusia di hadapan maut.
Tahukah kamu
Pohon yang 'mati' bisa hidup lagi
Tunggul pohon yang tampak mati dapat bertunas kembali setelah bertahun-tahun, asalkan ada air. Ini menggambarkan harapan yang Ayub lihat pada alam, tetapi tidak pada manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 14:10
Mazmur 103:15-16
Kefanaan manusia
“Adapun manusia, seperti rumput hari-harinya, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melaluinya, maka ia tidak ada lagi.”
Ayub 7:9-10
Tidak kembali
“Sebagaimana awan lenyap dan hilang, demikian juga orang yang turun ke dunia orang mati tidak akan naik kembali.”
Pengkhotbah 3:20
Kembali ke debu
“Semuanya pergi ke satu tempat; semuanya berasal dari debu dan semuanya kembali kepada debu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 14:10
✕ Sering dikira
Menganggap Ayub menyangkal adanya kebangkitan.
✓ Yang sebenarnya
Ayub sedang meratapi kematian dari perspektif manusia di dunia sekarang, tetapi di pasal 19 ia menyatakan keyakinan akan penebus yang hidup.
✕ Sering dikira
Mengira Allah tidak peduli pada kematian manusia.
✓ Yang sebenarnya
Ayub sedang mengungkapkan keputusasaannya, tetapi dalam konteks yang lebih luas, ia tetap berharap kepada Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 14:10
Kita mungkin iri dengan pohon yang bisa bertunas, tetapi ingat bahwa kita punya harapan yang lebih besar melalui kebangkitan Kristus. Jadi, hiduplah dengan tujuan kekal.
Tuhan, terima kasih untuk harapan kebangkitan yang lebih baik dari sekadar pemulihan duniawi. Amin.