Bayi yang Gugur
Pengkhotbah 6:4
Kesia-siaan Kekayaan Tanpa Kenikmatan
“Sebab, dia datang dalam kesia-siaan, dan pergi dalam kegelapan. Namanya ditutupi kegelapan.”Pengkhotbah 6:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab anak gugur itu datang dalam kesia-siaan dan pergi dalam kegelapan, dan namanya ditutupi kegelapan.”Pengkhotbah 6:4 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab bagi bayi itu tidak jadi soal apakah ia dilahirkan atau tidak; dia pergi ke dalam kegelapan, lalu segera dilupakan.”Pengkhotbah 6:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebab kelahiran bayi yang sudah mati tidak ada artinya. Langsung saja dia masuk ke dalam gelapnya kubur. Dia bahkan tidak perlu memiliki nama.”Pengkhotbah 6:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For he cometh in with vanity, and departeth in darkness, and his name shall be covered with darkness.”Pengkhotbah 6:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:4?
Bayi yang gugur datang dan pergi dalam kegelapan, tanpa identitas atau warisan yang jelas. Ini menggambarkan kesia-siaan hidup yang tidak meninggalkan jejak berarti, kontras dengan mereka yang mencari makna di dunia tetapi tetap tidak puas.
Latar belakang
Kesia-siaan Kelahiran Tanpa Kebahagiaan
Pengkhotbah menggambarkan seseorang yang memiliki banyak anak dan umur panjang tetapi tidak pernah puas dengan kebaikan, bahkan tidak dikuburkan dengan layak. Ia berkata bahwa bayi yang gugur lebih baik daripada orang itu.
Di mana
Yerusalem
Dalam renungan, mungkin di istana
Kapan
~950 SM
Masa kejayaan Israel
Yang berbicara
Pengkhotbah
Seorang bijak, mungkin Salomo, ~60 tahun
Kepada
Pembaca
Orang yang bergumul dengan makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֶבֶל
hevel · kesia-siaan
uap, napas, sesuatu yang sia-sia atau sementara
הָלַךְ
halakh · pergi
berjalan, pergi, meninggal
חֹשֶׁךְ
khoshekh · kegelapan
kegelapan, ketidaktahuan, kematian
Ketiga kata ini menekankan bahwa hidup tanpa kepuasan adalah seperti uap yang hilang, berakhir dalam kegelapan kematian tanpa makna.
Tahukah kamu
Bayi yang Gugur dalam Alkitab
Dalam tradisi Israel, bayi yang lahir mati dianggap tidak memiliki dosa dan karena itu 'tenang' dalam kematiannya, berbeda dengan orang yang hidup dalam kesia-siaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:4
Ayub 3:16
Nasib yang sama
“Atau seperti anak yang gugur yang tersembunyi, yang tidak pernah melihat terang.”
Mazmur 144:4
Hidup sementara
“Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayangan yang lewat.”
Pengkhotbah 2:23
Kesia-siaan usaha
“Sebab sepanjang hari usahanya adalah kesakitan dan kegusaran, pada malam hari pikirannya tidak tenang. Ini pun sia-sia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:4
✕ Sering dikira
Bayi yang gugur lebih baik berarti aborsi dibenarkan.
✓ Yang sebenarnya
Ini perbandingan untuk menunjukkan betapa buruknya hidup tanpa kepuasan, bukan pernyataan tentang aborsi.
✕ Sering dikira
Semua bayi yang gugur pasti selamat.
✓ Yang sebenarnya
Pengkhotbah hanya berkata bayi itu lebih tenang daripada orang yang hidup sia-sia, bukan soal keselamatan kekal.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:4
Kehidupan yang singkat namun berarti lebih baik daripada panjang tanpa tujuan. Pikirkanlah warisan apa yang ingin kita tinggalkan, bukan dalam hal harta, tetapi dalam hal kebaikan dan kasih.
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk hidup dengan tujuan yang jelas, agar hidupku bukan sekadar lalu lalang dalam kegelapan. Amin.