Umur Panjang Tanpa Kepuasan
Pengkhotbah 6:3
Kesia-siaan Kekayaan dan Umur Panjang
“Jika seseorang memperanakkan seratus anak, dan tahun-tahun hidupnya banyak sehingga dirinya berumur panjang, tetapi jiwanya tidak puas dengan kebaikan, bahkan tidak ada penguburan baginya, aku mengatakan bahwa bayi yang gugur lebih baik daripada orang itu.”Pengkhotbah 6:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika orang memperoleh seratus anak dan hidup lama sampai mencapai umur Pengkhotbah 6.4–10 18 panjang, tetapi ia tidak puas dengan kesenangan, bahkan tidak mendapat penguburan, kataku, anak gugur lebih baik dari pada orang ini.”Pengkhotbah 6:3 · TB
Terjemahan Baru
“Walaupun seorang mempunyai seratus anak dan hidup lama sehingga mencapai usia lanjut, tetapi jika ia tidak merasa bahagia dan tidak pula mendapat penguburan yang pantas, maka menurut pendapatku, bayi yang lahir mati lebih baik nasibnya daripada orang itu.”Pengkhotbah 6:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Meskipun ada orang kaya yang memiliki seratus anak, dan dia hidup lama hingga sangat tua, tetapi kalau kekayaannya itu tidak membuat dia puas, dan kalau waktu dia mati tidak dikuburkan dengan layak, maka aku berkata, “Jauh lebih baik jika dia sudah mati pada waktu dilahirkan!””Pengkhotbah 6:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If a man beget an hundred children, and live many years, so that the days of his years be many, and his soul be not filled with good, and also that he have no burial; I say, that an untimely birth is better than he.”Pengkhotbah 6:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 6:3?
Ayat ini membandingkan seseorang yang memiliki banyak keturunan dan umur panjang, tetapi tidak puas dengan kebaikan dan tidak mendapat penguburan yang layak, dengan bayi yang lahir mati. Pengkhotbah berkata bahwa bayi yang gugur lebih baik, karena ia tidak mengalami kepahitan dan ketidakpuasan yang sia-sia.
Latar belakang
Bahkan Seratus Anak Tidak Cukup
Pengkhotbah membayangkan seseorang memiliki seratus anak dan hidup sangat lama, tetapi jiwanya tidak puas dengan kebaikan dan tidak mendapat penguburan yang layak. Ia menyimpulkan bahwa bayi yang lahir mati pun lebih baik daripada orang tersebut.
Di mana
Yerusalem
Refleksi di istana
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Seorang bijak yang merenungkan hidup, mungkin Salomo
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָלַד
yalad · memperanakkan
Melahirkan, menghasilkan keturunan.
נֶפֶשׁ
nefesh · jiwa
Jiwa, diri, selera, atau keinginan.
טוֹבָה
tovah · kebaikan
Kebaikan, kepuasan, kebahagiaan.
Nefesh (jiwa) yang tidak terpuaskan menunjukkan kebutuhan batin yang paling dalam, bahkan keturunan banyak dan umur panjang tidak cukup untuk mengisi kekosongan itu.
Tahukah kamu
Tidak Ada Penguburan
Dalam budaya Israel kuno, tidak mendapatkan penguburan adalah aib besar, bahkan dianggap sebagai kutukan. Ini menunjukkan penghinaan yang sangat dalam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 6:3
Ayub 3:16
Bayi gugur lebih baik
“Atau seperti bayi yang gugur, yang tidak pernah melihat terang, mengapa aku tidak disembunyikan seperti itu?”
Mazmur 17:14
Kepuasan anak-anak
“Lepaskanlah aku dari orang-orang yang hanya mendapat bagian dalam hidup ini; tetapi orang-orang yang Kaukasihi, penuhilah perut mereka dengan harta-Mu, sehingga anak-anak mereka menjadi kenyang, dan sisanya untuk anak-anak mereka.”
Pengkhotbah 4:2
Mati lebih baik
“Maka aku memuji orang-orang yang sudah mati, yang sudah meninggal, lebih daripada orang-orang yang masih hidup.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 6:3
✕ Sering dikira
Memiliki banyak anak dan umur panjang adalah kutukan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat tidak mengutuk berkat tersebut, tetapi menunjukkan bahwa tanpa kepuasan batin semuanya sia-sia.
✕ Sering dikira
Bayi gugur dianggap lebih baik secara moral.
✓ Yang sebenarnya
Ini perbandingan tentang keadaan: bayi gugur tidak mengalami penderitaan, bukan pujian atas kematian.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 6:3
Hidup yang panjang dan banyak keturunan tidak ada artinya jika hati tidak puas dan tidak ada penghormatan di akhir hidup. Fokuslah pada kualitas hidup dan hubungan, bukan sekadar kuantitas.
Tuhan, mampukanlah aku untuk menemukan kepuasan sejati dalam Engkau, bukan dalam hal-hal duniawi yang fana. Amin.