Kesia-siaan di Bawah Matahari

Pengkhotbah 4:7

Kesendirian di Tengah Kekayaan

Aku kembali melihat kesia-siaan di bawah matahari.

Pengkhotbah 4:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 4:7?

Pengkhotbah kembali merenungkan kesia-siaan hidup di bawah matahari. Ia melihat seseorang yang sendirian, tanpa anak atau saudara, bekerja tanpa henti namun tidak pernah puas dengan kekayaannya. Orang itu bahkan tidak tahu untuk siapa ia bekerja keras. Ini menunjukkan bahwa bekerja hanya untuk diri sendiri tanpa tujuan atau hubungan adalah sia-sia.

Latar belakang

Kembali Menemukan Kesia-siaan

Pengkhotbah kembali mengamati dunia dan menemukan hal lain yang sia-sia: orang yang bekerja keras sendirian tanpa keluarga atau teman, yang matanya tak pernah puas dengan kekayaan. Ia mempertanyakan tujuan kerja kerasnya, tetapi tidak menemukan jawaban.

Di mana

Yerusalem

Pengamatan kontemplatif di istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kekayaan Salomo
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Pengkhotbah, hikmat pengalaman, ~950 SM

P

Kepada

Pembaca

Pencari hikmah di segala zaman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הֶבֶל

hevel · kesia-siaan

napas, uap, sesuatu yang sia-sia dan sementara

רֵיק

reyq · dengan sia-sia

kosong, hampa, tanpa hasil yang berarti

רוּחַ

ruach · angin

roh, angin; sesuatu yang tidak bisa ditangkap

Ketiga kata ini mengajarkan bahwa ada dua jenis kesia-siaan: kesia-siaan seperti napas (hevel) yang menunjuk pada kefanaan hidup, dan kesia-siaan seperti angin (ruach) yang menunjuk pada usaha yang sia-sia karena tidak bisa digenggam.

Tahukah kamu

Kata 'kesia-siaan' dalam Kitab Pengkhotbah

Kata 'kesia-siaan' muncul sekitar 38 kali dalam kitab ini, berasal dari kata Ibrani 'hevel' yang berarti 'napas' atau 'uap', menggambarkan sesuatu yang sementara dan tidak berbobot.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 4:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 4:7

✕  Sering dikira

Jadi, kekayaan dan kerja keras itu sia-sia, jadi tidak perlu bekerja keras.

✓  Yang sebenarnya

Bukan berarti kerja keras buruk, tetapi kerja keras yang hanya mengejar kekayaan tanpa makna atau kebersamaan adalah sia-sia.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa hidup ini tidak punya arti.

✓  Yang sebenarnya

Pengkhotbah memang melihat kesia-siaan, tetapi kitab ini mengarah pada kesimpulan bahwa takut akan Allah adalah makna hidup (lihat pasal 12).

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 4:7

Saat kamu sibuk mengejar target atau harta, tanyakan: 'Untuk siapa aku melakukan ini?' Jangan biarkan kerja kerasmu menjadi kesia-siaan karena hanya berputar pada dirimu sendiri. Carilah keseimbangan antara bekerja dan menikmati hidup serta berbagi dengan orang lain.

Tuhan, ajar aku untuk bekerja bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi untuk kemuliaan-Mu dan kebaikan sesama. Amin.