Tidak ada yang baru di bawah matahari
Pengkhotbah 1:9
Ulangi lagi, tidak ada yang baru
“Sesuatu yang pernah ada, itulah yang akan ada lagi. Sesuatu yang telah diperbuat, itulah yang akan diperbuat lagi. Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.”Pengkhotbah 1:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.”Pengkhotbah 1:9 · TB
Terjemahan Baru
“Apa yang pernah terjadi, akan terjadi lagi. Apa yang pernah dilakukan, akan dilakukan lagi. Tidak ada sesuatu yang baru di dunia ini.”Pengkhotbah 1:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Segala sesuatu yang pernah terjadi akan terjadi lagi, dan segala sesuatu yang pernah dilakukan akan dilakukan lagi. Tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini.”Pengkhotbah 1:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The thing that hath been, it is that which shall be; and that which is done is that which shall be done: and there is no new thing under the sun.”Pengkhotbah 1:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 1:9?
Ayat ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru di dunia ini. Segala sesuatu yang terjadi sekarang sudah pernah terjadi sebelumnya. Ini menekankan sifat siklus dan kesia-siaan hidup di bawah matahari jika tidak ada makna yang kekal.
Latar belakang
Sejarah berulang, tidak ada hal baru
Pengkhotbah menyatakan bahwa apa yang terjadi sekarang sudah pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru di dunia ini, karena semuanya mengikuti pola yang sama.
Di mana
Yerusalem
Di istana, merenung tentang sejarah
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijak, mencari makna hidup
Kepada
Pembaca / umat
Orang-orang yang merenungkan hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָדָשׁ
chadash · baru
baru, segar, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya
הָיָה
hayah · ada
menjadi, ada, terjadi
שֶׁמֶשׁ
shemesh · matahari
matahari, bisa melambangkan dunia atau kehidupan sehari-hari
Kata 'chadash' berarti sesuatu yang belum pernah terjadi. Namun, Pengkhotbah menegaskan bahwa itu tidak ada—semua pola sudah ada sejak awal, menunjukkan siklus hidup yang tetap.
Tahukah kamu
Ungkapan 'di bawah matahari' hanya ada di kitab ini
Frasa 'di bawah matahari' muncul sekitar 29 kali dalam Pengkhotbah dan tidak ditemukan di kitab lain. Ini menunjukkan perspektif duniawi yang menjadi ciri khas kitab ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:9
Pengkhotbah 3:15
Pengulangan sejarah
“Yang ada sekarang ini sudah ada dari dahulu, dan yang akan ada sudah lama ada; Allah mencari lagi apa yang telah lalu.”
Yesaya 43:19
Allah membuat baru
“Lihat, Aku akan membuat sesuatu yang baru, sekarang pun sudah muncul; tidakkah kamu menyadarinya?”
2 Petrus 3:13
Penciptaan baru
“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:9
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini menyangkal kemajuan atau inovasi manusia.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang pola dasar kehidupan, bukan menolak penemuan baru secara mutlak.
✕ Sering dikira
Mengatakan bahwa tidak ada yang baru sama sekali, termasuk karya Allah.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, 'di bawah matahari' membatasi pada dunia yang fana; Allah dapat melakukan hal baru di luar itu.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 1:9
Ketika kita berpikir kita menemukan hal baru, ingatlah bahwa itu mungkin hanya pengulangan dari masa lalu. Ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu bangga dengan 'kebaruan' yang kita ciptakan, tetapi fokus pada hal-hal yang memiliki nilai kekal di mata Tuhan.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat bahwa Engkau adalah sumber segala hal yang baru dan bermakna, dan jauhkan aku dari kesombongan karena pencapaian duniawi. Amin.