Pengkhotbah 1:8
“Segala sesuatu melelahkan; tidak ada manusia yang sanggup mengatakannya. Mata tidak pernah puas melihat, begitu juga telinga tidak pernah penuh mendengar.”Pengkhotbah 1:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Pengkhotbah 1.9–15 2”Pengkhotbah 1:8 · TB
Terjemahan Baru
“Segalanya membosankan dan kebosanan itu tidak terkatakan. Mata kita tidak kenyang-kenyang memandang; telinga kita tidak puas-puas mendengar.”Pengkhotbah 1:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ya, semua hal ini sangat melelahkan—sampai tidak ada orang yang sanggup mengungkapkan rasa lelah itu. Mata kita bisa melihat apa saja, tetapi mata tidak pernah puas melihat. Telinga kita bisa mendengar apa saja, tetapi telinga tidak pernah puas mendengar.”Pengkhotbah 1:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All things are full of labour; man cannot utter it: the eye is not satisfied with seeing, nor the ear filled with hearing.”Pengkhotbah 1:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 1:8?
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu di dunia ini melelahkan dan tidak ada yang bisa memuaskan keinginan manusia sepenuhnya. Mata dan telinga tidak pernah puas, menunjukkan bahwa manusia terus mencari sesuatu yang baru tetapi tidak pernah merasa cukup.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 1:8
Kita sering mengejar kepuasan melalui hal-hal duniawi seperti harta, hiburan, atau pengakuan, tetapi akhirnya merasa kosong. Cobalah untuk menemukan kepuasan sejati dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama, bukan hanya dalam hal-hal yang sementara.
Tuhan, puaskanlah hatiku yang gelisah ini dengan kehadiran-Mu, agar aku tidak terus-menerus mencari kepuasan di tempat yang salah. Amin.