Sungai mengalir, laut tak penuh
Pengkhotbah 1:7
Siklus yang melelahkan
PerikopSegala Sesuatu Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 1:1-11 →“Segala sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh. Ke tempat sungai-sungai itu mengalir, ke sanalah mereka mengalir kembali.”Pengkhotbah 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.”Pengkhotbah 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tak kunjung penuh. Airnya kembali ke hulu sungai, lalu mulai mengalir lagi.”Pengkhotbah 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Demikian juga dengan sungai-sungai: Semua sungai selalu mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh. Air itu kembali ke hulu sungai. Dan begitulah seterusnya. Air mengalir lagi ke laut.”Pengkhotbah 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All the rivers run into the sea; yet the sea is not full; unto the place from whence the rivers come, thither they return again.”Pengkhotbah 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 1:7?
Ayat ini menggambarkan siklus air yang terus berulang: sungai-sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh, dan air kembali ke asalnya melalui penguapan dan hujan. Ini menunjukkan betapa sia-sianya usaha manusia yang terus-menerus tanpa akhir, seperti sungai yang tidak pernah berhenti mengalir.
Latar belakang
Alam menunjukkan siklus tanpa akhir
Pengkhotbah mengamati sungai-sungai yang terus mengalir ke laut, namun laut tidak pernah penuh. Air kembali ke sumbernya melalui siklus, menggambarkan pengulangan yang melelahkan dalam hidup.
Di mana
Yerusalem
Di istana, merenung tentang alam
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijak, mencari makna hidup
Kepada
Pembaca / umat
Orang-orang yang merenungkan hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נַחַל
nachal · sungai
aliran air, bisa juga wadi yang kering di musim panas
יָם
yam · laut
laut, sering melambangkan kuasa chaos
הוֹלֵךְ
holekh · mengalir
berjalan, bergerak terus
Ketiga kata ini menekankan gerakan terus-menerus tanpa hasil yang memuaskan. Sungai 'berjalan' ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh, menunjukkan usaha yang sia-sia.
Tahukah kamu
Sungai bawah tanah
Pada zaman dahulu, orang tidak memahami siklus air seperti sekarang, tetapi mereka tahu ada siklus. Beberapa penafsir melihat ini sebagai gambaran hujan yang turun dari laut, meski penjelasan ilmiah baru ditemukan berabad-abad kemudian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:7
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:7
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini mengajarkan bahwa alam tidak berguna atau jahat.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menggambarkan siklus alam yang monoton, bukan menghakimi alam sebagai buruk.
✕ Sering dikira
Membaca 'laut tidak pernah penuh' sebagai bukti bahwa laut itu rakus.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pengamatan tentang siklus air, bukan pernyataan tentang sifat laut.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 1:7
Kita sering merasa lelah dengan rutinitas yang berulang-ulang, seperti bekerja, belajar, atau beribadah. Namun, apakah kita melihat Tuhan di dalam siklus itu? Coba renungkan: di tengah kesibukan yang tak berujung, apakah kita berhenti sejenak dan menyadari bahwa Tuhan hadir di setiap prosesnya?
Tuhan, ajari aku melihat kehadiran-Mu dalam rutinitasku sehari-hari, dan beri aku kekuatan saat aku merasa lelah dengan pengulangan yang membosankan. Amin.