Matahari terbit, tenggelam, lalu

Pengkhotbah 1:5

Matahari yang Tak Pernah Lelah

PerikopSegala Sesuatu Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 1:1-11 →
“Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terengah-engah kembali ke tempat ia terbit di sana.”

Pengkhotbah 1:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 1:5?

Ayat ini menggambarkan siklus matahari yang terus terbit dan terbenam, seakan-akan terengah-engah untuk kembali ke tempatnya. Ini menekankan rutinitas alam yang monoton dan tanpa henti, yang menggambarkan kesia-siaan dan kelelahan hidup di bawah matahari.

Latar belakang

Matahari yang berputar tanpa henti

Pengkhotbah mengamati matahari yang selalu terbit dan terbenam, lalu kembali ke titik awal. Ini menunjukkan rutinitas yang melelahkan dan tanpa kemajuan.

Di mana

Yerusalem

Menatap langit dari istana

Kapan

~950 SM

Masa Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan pecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

seorang raja bijak, ~900 SM

P

Kepada

Pembaca

umat Israel, semua orang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זָרַח

zarach · terbit

bersinar, muncul, terbit

בּוֹא

bo · terbenam

masuk, datang, terbenam

שָׁאַף

sha'aph · terengah-engah

mengambil napas, terengah-engah

Kata kerja 'terbit', 'terbenam', dan 'terengah-engah' menggambarkan gerakan matahari yang terus-menerus tanpa henti, seolah-olah lelah namun harus terus berputar.

Tahukah kamu

Terengah-engah?

Bahasa Ibrani menggunakan ungkapan yang menggambarkan matahari seperti makhluk yang bernapas, menunjukkan kelelahan, padahal matahari tidak benar-benar lelah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:5

✕  Sering dikira

Matahari benar-benar lelah secara harfiah

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah personifikasi untuk menekankan siklus yang monoton.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan geosentrisme

✓  Yang sebenarnya

Hanya menggunakan bahasa pengamatan, bukan pernyataan astronomi.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 1:5

Kita sering merasa hidup seperti rutinitas yang melelahkan, melakukan hal yang sama berulang-ulang. Namun, ingatlah bahwa dalam Tuhan, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mengalami kasih-Nya dan melayani sesama, bukan sekadar rutinitas kosong.

Tuhan, ubahlah rutinitasku menjadi saat-saat yang penuh makna karena Engkau hadir di dalamnya. Amin.