Keangkuhan yang Menipu

Obaja 1:3

Kesombongan Edom dan Hari TUHAN

Keangkuhan hatimu telah menipumu, kamu yang tinggal di celah-celah batu, di tempat kediaman yang tinggi. Kamu berkata dalam hatimu, ‘Siapa yang akan menurunkan aku ke tanah?’

Obaja 1:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Obaja 1:3?

Kesombongan Edom menipu mereka, karena mereka merasa aman di benteng batu yang tinggi, berpikir tidak ada yang bisa menjatuhkan mereka. Mereka berkata dalam hati, 'Siapa yang bisa menurunkan aku?'.

Latar belakang

Kesombongan yang Buta

TUHAN menegur Edom karena keangkuhan hati mereka. Mereka merasa aman di tempat tinggi dan sombong, yakin tidak ada yang bisa menjatuhkan mereka, tetapi ini menipu mereka.

Di mana

Edom

Celah-celah batu, dataran tinggi

Kapan

~586 SM

Kejatuhan Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Aman di benteng batu
Kehancuran total
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, berfirman langsung

E

Kepada

Edom

Penduduk Edom, tinggal di benteng batu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הִשִּׁיא

hishi · menipumu

menipu, membodohi

זָדוֹן

zadon · keangkuhan

kesombongan, arogansi

מָרוֹם

marom · tinggi

tempat tinggi, ketinggian

Keangkuhan menciptakan ilusi keamanan; keyakinan diri yang berlebihan menjadi bumerang bagi Edom.

Tahukah kamu

Petra yang Tak Tertembus

Petra, ibu kota Edom, dikelilingi tebing curam dengan pintu masuk sempit, membuatnya hampir mustahil diserang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Obaja 1:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Obaja 1:3

✕  Sering dikira

Menganggap kesombongan hanya tentang perasaan bangga.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah sikap yang melupakan Tuhan dan mengandalkan kekuatan sendiri.

✕  Sering dikira

Mengira tempat tinggal mereka benar-benar aman.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan berkata Dia akan menjatuhkan mereka dari sana, jadi keamanan itu palsu.

Renungan

Renungan Singkat Obaja 1:3

Rasa aman yang kita bangun dari hal-hal duniawi seperti kekayaan, status, atau kemampuan bisa menipu. Jangan menaruh kepercayaan pada hal-hal yang sementara, tetapi pada Tuhan yang kekal.

Bapa, kuatkan imanku untuk bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatan atau kekayaan sendiri. Amin.