Janji Sabat dan Tahun Ketujuh
Nehemia 10:31
Perjanjian untuk Hidup Sesuai Taurat
PerikopOrang Israel Mengikatkan Diri pada Perjanjian · Nehemia 10:28-39 →“Jika orang-orang di negeri itu membawa barang-barang atau bermacam-macam gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat itu atau pada hari kudus. Setiap tahun ketujuh, kami membiarkan hasil tanah kami dan tidak menagih utang.”Nehemia 10:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan bilamana penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai- bagai gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.”Nehemia 10:31 · TB
Terjemahan Baru
“Bilamana ada bangsa asing yang mau menjual gandum atau barang apapun kepada kami pada hari Sabat atau hari suci lainnya, kami tidak akan membelinya. Pada setiap tahun yang ketujuh, kami tidak akan mengerjakan ladang dan tidak akan menagih hutang.”Nehemia 10:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada hari Sabat dan hari suci lainnya, kami tidak akan membeli gandum dan berbagai barang dagangan yang dijual oleh penduduk negeri ini yang bukan bangsa Israel. Setiap tahun ketujuh, kami tidak akan menanami ladang-ladang kami dan tidak akan menagih utang dari sesama orang Israel.”Nehemia 10:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if the people of the land bring ware or any victuals on the sabbath day to sell, that we would not buy it of them on the sabbath, or on the holy day: and that we would leave the seventh year, and the exaction of every debt.”Nehemia 10:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 10:31?
Ayat ini menunjukkan komitmen umat untuk menghormati hari Sabat dengan tidak berdagang dan tidak membeli barang pada hari itu, serta menaati hukum tahun ketujuh dengan membiarkan tanah beristirahat dan menghapus utang. Ini adalah wujud ketaatan praktis kepada Taurat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Latar belakang
Menjual dan Membeli di Hari Sabat
Orang-orang berjanji untuk tidak membeli barang dagangan pada hari Sabat atau hari raya lainnya, mematuhi hukum Sabat. Mereka juga berjanji untuk menghentikan pekerjaan pertanian pada tahun ketujuh dan menghapus hutang-hutang, sesuai perintah Taurat.
Di mana
Yerusalem
di bait Allah, setelah pembacaan Taurat dan doa syafaat Nehemia
Kapan
~445 SM
Era Pemulihan (setelah pembuangan)
Yang berbicara
Orang-orang Israel
wakil umat yang berkomitmen, ~tahun 445 SM
Kepada
Allah dan para pemimpin
pemimpin agama dan sipil, menjadi saksi sumpah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׁבָּת
shabbat · Sabat
berhenti, istirahat
קָנָה
qanah · membelinya
memperoleh, memiliki
נָשָׂא
nasa · menagih
mengangkat, menanggung, mengampuni hutang
Ketiga kata ini menyatu: Sabat adalah saat berhenti dari transaksi ekonomi dan undang-undang hutang dibatalkan—ini menunjukkan bahwa pemulihan sosial dan iman berjalan bersama.
Tahukah kamu
Mengapa Taurat melarang kerja di Sabat?
Hukum Sabat bukan hanya istirahat fisik, tapi pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara; berhenti bekerja adalah tindakan iman.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 10:31
Keluaran 23:10-11
berhenti dan membiarkan tanah
“Enam tahun lamanya engkau harus menabur di tanahmu... tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja”
Ulangan 15:1-2
menghapus hutang
“Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang... janganlah ia menagih dari sesamanya”
Yesaya 58:13
menghormati Sabat
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat... maka engkau akan bersukacita karena TUHAN”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 10:31
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti orang Kristen tidak boleh membeli apa pun pada Minggu.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah janji khusus untuk hari Sabat (Sabtu) dalam konteks Perjanjian Lama; aplikasi bagi Kristen bukan legalistik literal.
✕ Sering dikira
Perayaan tahun ketujuh hanya tentang tanah.
✓ Yang sebenarnya
Itu juga termasuk pembebasan hutang, menunjukkan keadilan sosial bagi orang miskin.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 10:31
Hari istirahat dan pengampunan utang mengajarkan kita untuk mengutamakan Allah di atas keuntungan materi. Kita bisa menerapkannya dengan meluangkan waktu khusus untuk beribadah dan bersekutu tanpa terganggu pekerjaan, serta belajar bermurah hati dengan melepaskan hak kita demi kebaikan sesama.
Tuhan, ajarlah kami untuk menghormati hari-Mu dan berlaku adil kepada sesama, terutama dalam soal keuangan. Amin.