Reruntuhan Niniwe, pucat pasi
Nahum 2:10
Kejatuhan Niniwe: Kota yang Dihancurkan
“Ia menjadi kosong, sunyi, dan runtuh. Hati menjadi hancur dan lutut saling membentur! Seluruh pinggang kesakitan, dan wajah semua orang bersama-sama menjadi pucat pasi.”Nahum 2:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketandusan, penandusan dan penindasan! Hati menjadi tawar dan lutut goyah! Segenap pinggang gemetar, dan muka sekalian orang menjadi pucat pasi.”Nahum 2:10 · TB
Terjemahan Baru
“Niniwe telah hancur, sunyi dan tandus. Hati menjadi tawar karena takut. Lutut menjadi lemah dan gemetar. Muka semua orang menjadi pucat pudar.”Nahum 2:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“She is empty, and void, and waste: and the heart melteth, and the knees smite together, and much pain is in all loins, and the faces of them all gather blackness.”Nahum 2:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nahum 2:10?
Niniwe menjadi kosong, sunyi, dan runtuh. Penduduknya ketakutan: hati hancur, lutut goyah, pinggang sakit, dan wajah pucat pasi. Ini menggambarkan dampak penghakiman Tuhan yang mengerikan, membuat semua keberanian hilang.
Latar belakang
Kota Dikalahkan Total
Nahum melukiskan pemandangan setelah Niniwe dihancurkan: kota menjadi kosong, sunyi, dan runtuh. Orang-orang yang selamat atau yang melihatnya gemetar ketakutan, lutut mereka saling membentur, pinggang sakit, dan wajah pucat pasi.
Di mana
Niniwe (dekat Mosul modern, Irak)
Di tengah reruntuhan kota setelah pengepungan
Kapan
~630 SM
Kerajaan Yehuda dan nabi-nabi akhir
Yang berbicara
Nahum
nabi dari Elkosh, ~50 tahun
Kepada
Pembaca
umat Yehuda dan semua orang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בּוּקָה
buqah · kosong
keadaan kosong, hampa, tanpa isi
מְבוּקָה
mevuqah · sunyi
kekosongan total, tanpa penghuni
פָּארוּר
pa'ur · pucat pasi
kehilangan warna, menjadi pucat karena ketakutan
Kata-kata ini menekankan kehancuran total dan kepanikan. Niniwe, yang dulu penuh kekayaan dan kekuatan, menjadi kosong dan penghuninya pucat karena takut — gambaran nyata dari penghakiman Tuhan.
Tahukah kamu
Niniwe Dulu Kota Terbesar di Dunia
Niniwe, ibu kota Asyur, pernah menjadi kota terbesar di dunia dengan populasi sekitar 120.000 jiwa (bandingkan dengan Yunus 4:11). Kehancurannya benar-benar dramatis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 2:10
Yesaya 24:1
kehancuran total
“TUHAN akan menelanjangi bumi dan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya dan menyerakkan penduduknya.”
Zefanya 1:15
hari penghakiman
“Hari itu adalah hari kegemaran, hari penyesakan dan kesesakan, hari kehancuran dan kebinasaan.”
Wahyu 18:10
kehancuran kota besar
“Celaka, celaka, kota besar itu, Babel, kota yang kuat itu!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nahum 2:10
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya gambaran perang biasa, tanpa makna spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah bagian dari penghakiman ilahi atas kekejaman dan keangkuhan Asyur.
✕ Sering dikira
Mengira 'pucat pasi' hanya hiperbola sastra.
✓ Yang sebenarnya
Jelas menggambarkan kepanikan yang nyata dan penderitaan orang-orang yang menghadapi kekalahan.
Renungan
Renungan Singkat Nahum 2:10
Ketakutan dapat melumpuhkan kita. Namun sebagai anak Tuhan, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan karena Tuhan beserta kita. Dia memberi kekuatan di tengah kelemahan.
Bapa, saat aku dilanda ketakutan, ingatkan aku bahwa Engkau selalu menyertaiku. Amin.