Lamentasi atas kehancuran dalam satu jam
Wahyu 18:10
Jatuhnya Babel
“berdiri jauh-jauh karena takut terhadap siksaannya, dan menangis, “Celaka! Celakalah, kota yang besar, Babel, kota yang kuat itu! Sebab, dalam satu jam saja penghakimanmu sudah datang!””Wahyu 18:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang Wahyu 18.11–15 60 kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"”Wahyu 18:10 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka akan berdiri dari jauh sebab mereka takut terkena penderitaannya. Mereka berkata, "Aduh, bukan main celakanya kota yang termasyhur ini--kota Babel yang kuat! Dalam satu jam saja hukumanmu sudah dilaksanakan!"”Wahyu 18:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi mereka tidak akan berani mendekati kota itu karena takut terkena siksaan yang sama. Mereka hanya akan menatap dari jauh sambil meratap,“Aduh, sungguh mengerikan! Betapa hebat bencana yang menimpa ibukota yang besar itu! Kasihan sekali! Dulu kota Babel sangat besar dan kuat, tetapi dalam sekejap hukuman Allah sudah menimpa mereka!””Wahyu 18:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Standing afar off for the fear of her torment, saying, Alas, alas that great city Babylon, that mighty city! for in one hour is thy judgment come.”Wahyu 18:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 18:10?
Ayat ini melanjutkan ratapan raja-raja bumi. Mereka berdiri jauh-jauh karena takut terhadap siksaan yang menimpa Babel dan berseru, 'Celaka! Celakalah kota besar itu' karena penghakiman datang dalam satu jam saja. Ini menunjukkan betapa cepat dan dahsyatnya hukuman Tuhan yang tidak bisa dihindari.
Latar belakang
Penyesalan terlambat atas keputusan yang telah dibuat
Dari kejauhan aman mereka, para raja meratapi. Mereka menangis tidak hanya atas kehancuran Babel, tetapi atas kenyataan bahwa kehancuran itu datang dengan cepat—dalam satu jam. Keangkuhan mereka dalam berdiri jauh sekarang berubah menjadi ketakutan yang mereka tidak dapat mengatasi dengan kekuatan apapun.
Di mana
Babel dan sekitarnya
Tempat kejadian tragis yang bergema ke seluruh dunia
Kapan
~95 M
Realisasi kehilangan yang tidak dapat dikembalikan
Yang berbicara
Raja-raja
Pemimpin dunia yang mengalami kerugian
Kepada
Semua yang menyaksikan kehancuran
Dunia yang terguncang oleh penghakiman Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θρῆνος
thrēnos · lamentation
Nyanyian duka, tangisan atas kematian; ekspresi paling mendalam dari kehilangan
ἰσχυρά
ischyra · mighty
Kuat, berpengaruh; tetapi kekuatan tidak memberikan perlindungan dari penghakiman ilahi
θαυμάζω
thaumazō · amazement
Heran, kebingungan; ketidakmampuan untuk memahami bagaimana hal ini bisa terjadi
Kekuatan duniawi tidak dapat melindungi dari keputusan ilahi, dan mereka yang menggabungkan nasib mereka dengan sistem jahat akan berbagi dalam kehancuran mereka.
Tahukah kamu
'Dalam satu jam' tidak berarti 60 menit harfiah
Dalam Alkitab, 'satu jam' sering berarti waktu yang sangat singkat, durasi yang tidak terduga. Ini tentang mendadaknya, ketidaksiapan dunia, bukan tentang pengukuran waktu yang tepat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 18:10
Lukas 16:25
Tentang tidak ada pertukaran atau bantuan setelah keputusan dibuat dan konsekuensi tiba
“Sekarang ia menderita siksaan, sementara kamu mendapat penghiburan... ada jurang yang lebar”
2 Petrus 2:12
Tentang mereka yang mengikuti sistem jahat akan binasa bersama dengannya
“Mereka akan binasa seperti binatang yang tidak berakal”
Wahyu 11:10
Sebaliknya, mereka yang melayani Tuhan akan bersukacita atas penghakiman terhadap yang jahat
“Mereka yang tinggal di bumi akan menyaksikan mayat mereka dan bersukacita”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 18:10
✕ Sering dikira
Keputusan untuk menangis adalah kesepakatan untuk mempersembahkan penghormatan kepada Babel
✓ Yang sebenarnya
Keputusan untuk menangis adalah realisasi keterlambatan bahwa mereka telah membuat kesalahan dalam mengikat nasib mereka dengan sistem yang tidak suci
✕ Sering dikira
Mereka menangis karena mereka tiba-tiba menjadi empati
✓ Yang sebenarnya
Mereka menangis karena mereka takut dan kehilangan sumber kekuasaan dan kekayaan mereka sekaligus
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 18:10
Kita mungkin mengagumi keberhasilan dunia yang tampak gemilang, tetapi semua itu bisa runtuh dalam sekejap. Jangan iri pada kesuksesan yang dibangun di atas dasar yang salah; sebaliknya, bangun hidup kita di atas batu karang yang kokoh, yaitu Kristus.
Tuhan Yesus, jadikanlah Engkau fondasi hidupku, supaya saat badai penghakiman datang, aku tetap aman dan tidak goyah. Amin.