Negeri Dikosongkan TUHAN

Yesaya 24:1

Hukuman TUHAN atas Bumi yang Melanggar

PerikopAllah Menghancurkan Bumi · Yesaya 24:1-23 →
“Lihatlah, TUHAN mengosongkan negeri itu, menghancurkannya, membalikkan permukaannya, dan mencerai-beraikan penduduknya.”

Yesaya 24:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 24:1?

Ayat ini menggambarkan TUHAN mengosongkan bumi sebagai hukuman atas dosa. Ini adalah gambaran kehancuran total yang terjadi karena murka Allah terhadap kesalahan manusia.

Latar belakang

Hukuman atas Bumi

Yesaya menyatakan bahwa TUHAN akan mengosongkan negeri, menghancurkannya, dan mencerai-beraikan penduduknya. Ini adalah penglihatan tentang penghakiman yang akan menimpa bumi karena dosa.

Di mana

Yerusalem

Latar geografis puisi, menyiratkan kota Yerusalem

Kapan

~740 SM

Periode kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan Yesaya
Pembuangan Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi abad ke-8 SM, penulis kitab

P

Kepada

Pembaca

Orang Yehuda dan Yerusalem

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בּוֹקֵק

boqeq · mengosongkan

membuat kosong, menghancurkan

בָּלַק

balaq · menghancurkannya

merusak, membinasakan

פּוּץ

puts · mencerai-beraikan

menyebar, membubarkan

Ketiga kata ini menekankan totalitas kehancuran: kosong, rusak, dan tercerai-berai, menunjukkan hukuman yang menyeluruh.

Tahukah kamu

Bahasa Kiasan

Frasa 'membalikkan permukaannya' bisa merujuk pada kekacauan total, seperti bumi dibalikkan, bukan sekadar kehancuran fisik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 24:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 24:1

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya berbicara tentang Yehuda secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah nubuat tentang penghakiman kosmik atas seluruh bumi.

✕  Sering dikira

'Mengosongkan' hanya berarti membiarkan tanah kosong.

✓  Yang sebenarnya

Ini melambangkan pemusnahan total dan pencerai-beraian penduduk.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 24:1

Kita mungkin bertanya mengapa Allah membiarkan kehancuran terjadi. Renungkan bahwa kekudusan Allah menuntut keadilan, dan panggilan kita adalah hidup seturut kehendak-Nya agar terhindar dari kehancuran.

Tuhan, mampukan kami hidup dalam ketaatan kepada-Mu, dan jauhkan kami dari kehancuran akibat dosa. Amin.