Siapa tahan murka-Nya?

Nahum 1:6

Murka dan kebaikan Tuhan

Siapakah yang dapat tahan berdiri di hadapan murka-Nya? Siapakah yang bertahan dari kemarahan-Nya yang menyala-nyala? Murka-Nya tercurah seperti api, gunung-gunung batu roboh karena Dia.

Nahum 1:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 1:6?

Ayat ini mengajukan pertanyaan retoris: siapakah yang mampu bertahan menghadapi murka Tuhan yang menyala-nyala seperti api? Murka-Nya begitu hebat sehingga gunung-gunung batu roboh karena Dia. Ini menekankan ketakberdayaan manusia di hadapan penghakiman Allah.

Latar belakang

Murka Tuhan yang tak tertahankan

Nahum mengajukan pertanyaan retoris: siapa yang bisa tahan terhadap murka Tuhan? Murka-Nya tercurah seperti api, menghancurkan gunung-gunung. Ini menunjukkan konsekuensi serius bagi musuh Tuhan.

Di mana

Elkosh (mungkin di Galilea)

Konteks penulisan nubuat

Kapan

~650 SM

Zaman Nabi-nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Niniwe
Pembuangan Yehuda
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nahum

Nabi dari Elkosh, ~7 abad SM

P

Kepada

Pembaca/pendengar Yehuda

Umat Tuhan yang tertindas

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֵמָה

chemah · murka

panas amarah

קוּם

qum · tahan berdiri

bertahan atau berdiri tegak

אֵשׁ

esh · api

api yang menyala

Kata 'murka' dan 'api' menekankan intensitas, sementara 'tahan berdiri' menunjukkan ketidakmampuan manusia; ini mengingatkan bahwa hanya Tuhan yang berdaulat.

Tahukah kamu

Murka dalam Alkitab

Murka Tuhan adalah respons terhadap dosa, tetapi juga bagian dari keadilan-Nya; ini bukan ledakan emosi tanpa kontrol.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 1:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 1:6

✕  Sering dikira

Murka Tuhan sama dengan amarah manusia yang tidak terkendali.

✓  Yang sebenarnya

Murka Tuhan adalah keadilan yang kudus dan terukur.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk musuh, bukan untuk umat.

✓  Yang sebenarnya

Ini juga peringatan agar umat hidup setia.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 1:6

Kita sering berpikir bahwa kita bisa menghadapi Tuhan dengan kekuatan sendiri. Tetapi ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa bertahan tanpa belas kasihan Tuhan. Justru di dalam Kristus kita berlindung dari murka itu. Bersyukurlah karena kita memiliki Yesus sebagai perlindungan.

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau menyediakan keselamatan di dalam Kristus. Aku berlindung kepada-Mu dan berdoa agar aku dijauhkan dari murka-Mu. Amin.