Olok-olok di pesta

Mazmur 35:16

Doa mohon keadilan

Seperti orang-orang munafik mengolok-olok pada sebuah pesta, mereka menggertakku dengan gigi mereka.

Mazmur 35:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 35:16?

Musuh-musuh Daud mengolok-olok dengan kejam, seperti orang munafik yang mengejek di pesta, mereka menggertakkan gigi terhadapnya. Ini melukiskan kekejaman dan kebencian yang tak beralasan.

Latar belakang

Dicabik tanpa henti

Daud menggambarkan musuh-musuhnya yang munafik: mereka mengolok-olok di pesta dan menggertakkan gigi, seperti binatang buas. Meskipun ia pernah berbuat baik kepada mereka, kini mereka menyerang saat ia tersandung.

Di mana

Yerusalem

Istana atau tempat pengungsian, siang

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pengurapan Daud
Daud menjadi raja
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Daud, pemazmur, menghadapi musuh

T

Kepada

Tuhan

Allah Israel, yang diyakini mendengar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָנֵף

chanef · munafik

tidak setia, berpaling dari Allah, munafik

חָרַק

charak · menggertak

menggertakkan gigi, biasanya karena marah atau mengejek

שֵׁן

shen · gigi

gigi, melambangkan kekuatan untuk mengunyah atau menyerang

Kata-kata ini menggambarkan kemunafikan musuh yang menggunakan kekuatan untuk menindas, bukan sekadar ejekan; mereka seperti hewan buas yang siap menerkam.

Tahukah kamu

Menggertakkan gigi

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menggertakkan gigi adalah isyarat kemarahan atau ancaman, mirip seperti menggeram.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 35:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 35:16

✕  Sering dikira

Menganggap 'menggertak dengan gigi' hanya ejekan biasa.

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa kekerasan, melambangkan niat membinasakan.

✕  Sering dikira

Mengira Daud membalas dengan kekerasan.

✓  Yang sebenarnya

Daud justru menyerahkan pembalasan kepada Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 35:16

Ketika diolok-olok atau dibenci tanpa sebab, ingatlah bahwa kita tidak sendirian. Kristus juga pernah mengalami hal yang sama. Alihkan pandangan kepada-Nya dan jangan biarkan kebencian itu menguasai hati kita.

Yesus, ajarku untuk merespons ejekan dengan kasih, bukan dengan kebencian, dan percaya bahwa Engkau memahami penderitaanku. Amin.