Allah mencabik-cabik Ayub

Ayub 16:9

Ayub Meratap di Tengah Penderitaan

Dia telah mencabik-cabik aku dalam kemurkaan-Nya dan membenci aku; Dia telah mengertakkan gigi-Nya terhadap aku; musuhku menajamkan mata-Nya untuk melawan aku.

Ayub 16:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:9?

Ayub menggambarkan Allah sebagai sosok yang marah, mencabik-cabik, membenci, dan mengertakkan gigi terhadapnya, serta musuh yang menajamkan mata. Ini adalah gambaran penderitaan yang dirasakan Ayub sebagai serangan dari Allah.

Latar belakang

Ayub merasa Allah marah padanya

Ayub menggambarkan Allah seperti binatang buas yang mencabik-cabiknya. Ia merasa Allah membencinya, mengertakkan gigi, dan menatapnya dengan tajam seperti musuh.

Di mana

Timbunan abu di luar kota

Di timbunan abu, di luar pemukiman, siang hari

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa bangsa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Teman-teman berdebat dengan Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

K

Kepada

Ketiga sahabatnya

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּרַם

param · mencabik-cabik

merobek-robek, mengoyak, atau memecah belah

אַף

af · kemurkaan

hidung, atau kemarahan yang menyala-nyala

שָׂטַם

satam · membenci

menaruh dendam, memusuhi, atau bermusuhan

Kata 'kemurkaan' (af) berkaitan dengan hidung yang membara, menunjukkan amarah yang sangat kuat. Ayub merasa Allah bukan hanya marah, tetapi secara pribadi memusuhinya.

Tahukah kamu

Gambaran Allah sebagai binatang buas

Di Timur Dekat kuno, dewa-dewa sering digambarkan seperti singa yang murka. Ayub memakai bahasa puitis yang kuat untuk melukiskan penderitaannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:9

✕  Sering dikira

Mengira Ayub menuduh Allah jahat.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mengungkapkan perasaan ditinggalkan dan marah, tetapi tetap mengakui kedaulatan Allah.

✕  Sering dikira

Menganggap 'mengertakkan gigi' adalah tanda kebencian Allah yang sesungguhnya.

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah bahasa puitis untuk menggambarkan penderitaan yang dirasakan Ayub, bukan pernyataan teologis.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:9

Dalam kepedihan, kita bisa merasa Allah melawan kita. Namun, kita boleh mengungkapkan kemarahan dan kebingungan kita kepada-Nya, karena Dia sanggup menanggung pergumulan kita yang terdalam.

Allah, saat aku merasa Engkau jauh dan marah, tolong aku untuk tetap percaya pada kasih-Mu yang tak berubah. Amin.