Kesuksesan orang fasik

Mazmur 10:5

Saat Tuhan Tampak Jauh

Jalan-jalannya berhasil setiap waktu; Hukum-hukum-Mu tinggi, di luar pandangannya; semua musuhnya, dia remehkan.

Mazmur 10:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 10:5?

Orang fasik selalu berhasil, mereka tidak peduli dengan hukum Allah, dan mereka meremehkan semua musuh. Hidup mereka tampak mulus.

Latar belakang

Ketika kejahatan tampak menang

Orang fasik sepertinya sukses dalam segala hal, sementara hukum-hukum Allah tidak mereka pedulikan. Mereka meremehkan musuh dan merasa aman.

Di mana

Yerusalem

Di tempat ibadah/perenungan

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Israel (Tradisional Daud)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mazmur 10:4 (penolakan Allah)
Mazmur 10:6 (keyakinan diri)
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang saleh yang sedang bergumul, ~1000 SM

T

Kepada

TUHAN (Yahweh)

Allah yang diajak bicara dalam doa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חַיִל

chayil · berhasil

Kekuatan, kekayaan, atau keberhasilan; bisa berarti 'menggigil' atau 'gemetar'.

מִשְׁפָּט

mishpat · hukum-hukum-Mu

Keputusan atau peraturan Allah yang adil.

פּוּחַ

puach · meremehkan

Meniup, menghembuskan; di sini berarti menganggap enteng.

Orang fasik mungkin makmur, tetapi itu hanya penampilan luar; hati mereka tidak tunduk pada hukum Allah yang adil.

Tahukah kamu

Tinggi dan tak terjangkau

Frasa 'hukum-hukum-Mu tinggi' bisa berarti hukum Allah terlalu sulit dipahami oleh orang fasik, atau mereka sengaja tidak mau melihatnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 10:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 10:5

✕  Sering dikira

Mengira bahwa orang fasik benar-benar sukses tanpa masalah.

✓  Yang sebenarnya

Ini hanya penampilan; sesungguhnya mereka hidup tanpa Allah dan akan binasa.

✕  Sering dikira

Menganggap Allah tidak peduli karena orang fasik berhasil.

✓  Yang sebenarnya

Pemazmur justru membawa keluhan ini kepada Allah, percaya bahwa Allah akan bertindak.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 10:5

Keberhasilan duniawi tidak selalu tanda berkat Tuhan. Jangan berpikir bahwa kesulitan berarti Tuhan meninggalkan kita; justru dalam kesulitan kita bisa belajar bergantung pada-Nya.

Tuhan, tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu, bahkan ketika hidupku berjalan baik dan aku tergoda untuk lupa pada-Mu. Amin.