Berpuasa dengan muka murung — pertunjukan kesedihan
Matius 6:16
Berdoa, Berpuasa, dan Beriman: Cara yang Benar
““Dan, ketika kamu berpuasa, jangan murung seperti orang munafik karena mereka mengubah mukanya supaya dilihat sedang berpuasa oleh orang lain. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa mereka telah menerima upahnya.”Matius 6:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”Matius 6:16 · TB
Terjemahan Baru
“"Kalau kalian berpuasa, janganlah bermuka muram seperti orang yang suka berpura-pura. Mereka mengubah air mukanya supaya semua orang tahu bahwa mereka berpuasa. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima.”Matius 6:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika kamu berpuasa, janganlah menunjukkan muka yang muram atau menaburkan abu ke atas kepalamu seperti yang dilakukan orang-orang munafik. Mereka berbuat begitu untuk pamer bahwa mereka sedang berpuasa, supaya dipuji orang. Aku menegaskan kepadamu: Hanya itulah upah mereka.”Matius 6:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Moreover when ye fast, be not, as the hypocrites, of a sad countenance: for they disfigure their faces, that they may appear unto men to fast. Verily I say unto you, They have their reward.”Matius 6:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 6:16?
Yesus mengajarkan bahwa berpuasa tidak boleh dilakukan dengan pura-pura dan ingin dilihat orang. Orang munafik berpuasa dengan wajah murung agar terlihat saleh, tetapi Yesus berkata mereka sudah mendapat upahnya, yaitu pujian manusia.
Latar belakang
Make-up kesedihan abad pertama
Beberapa orang saat berpuasa sengaja tidak mencuci muka, membiarkan rambut acak-acakan, dan berjalan dengan ekspresi lesu agar semua orang tahu mereka sedang berpuasa. Ini adalah make-up kesedihan yang disengaja — puasa sebagai alat PR rohani. Yesus mengatakan: upahmu sudah habis.
Di mana
Lereng bukit, Galilea
Pengajaran di padang terbuka, memasuki topik ketiga setelah sedekah dan doa
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit, bagian kedua
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, beralih ke topik puasa dalam Khotbah di Bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Orang Yahudi yang biasa berpuasa — termasuk dua kali seminggu bagi kaum Farisi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
νηστεύητε
berpuasa · fasting
Nesteuo = menahan diri dari makanan — praktik spiritual yang ada di seluruh tradisi Yahudi
σκυθρωποί
murung · gloomy
Kata yang langka dan kuat — menggambarkan wajah yang sengaja ditarik ke bawah, tampak menderita
ἀφανίζουσιν τὰ πρόσωπα αὐτῶν
mereka mengubah mukanya · they disfigure their faces
Aphanizo = membuat tidak terlihat — ironis: mereka menyembunyikan wajah justru agar semakin terlihat sedang berpuasa
Puasa (νηστεύητε) yang seharusnya tersembunyi justru ditampilkan dengan wajah murung (σκυθρωποί) yang disembunyikan (ἀφανίζουσιν) — sebuah paradoks yang Yesus singkap dengan tepat.
Tahukah kamu
Kaum Farisi berpuasa dua kali seminggu: Senin dan Kamis
Tradisi Farisi menetapkan puasa sukarela pada hari Senin dan Kamis — hari-hari pasar di kota kecil, saat banyak orang berkumpul. Pilihan hari ini bukan kebetulan: itu adalah waktu dengan paling banyak penonton.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 6:16
Zakharia 7:5
Nabi yang sudah lebih dulu mempertanyakan motivasi di balik puasa ritual
“Ketika kamu berpuasa, apakah itu benar-benar untukku?”
Yesaya 58:6-7
Allah lebih menginginkan dampak nyata puasa daripada performanya
“Puasa yang Kukehendaki: melepaskan ikatan ketidakadilan, membebaskan yang tertindas”
Lukas 18:12
Gambaran nyata puasa sebagai prestasi yang dipamerkan
“Aku berpuasa dua kali seminggu, kata orang Farisi”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 6:16
✕ Sering dikira
Yesus menentang puasa sebagai praktik rohani
✓ Yang sebenarnya
Yesus berkata ketika kamu berpuasa — bukan jika atau jangan. Ia mengasumsikan murid-murid-Nya akan berpuasa, hanya dengan cara yang berbeda
✕ Sering dikira
Terlihat sedih saat berpuasa selalu berarti pamer
✓ Yang sebenarnya
Puasa karena kesedihan sejati (berkabung, pertobatan mendalam) memang bisa terlihat di wajah — yang dikritik Yesus adalah puasa yang sengaja dipertontonkan
Renungan
Renungan Singkat Matius 6:16
Ketika berpuasa, lakukan dengan tulus dan tanpa mencari perhatian. Biarkan puasa menjadi momen pribadi untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai alat untuk pamer.
Tuhan, murnikanlah hati kami dalam berpuasa, agar kami melakukannya hanya untuk Engkau. Amin.