Jangan bersumpah palsu, penuhilah sumpahmu
Matius 5:33
Khotbah di Bukit: Cara Hidup Kerajaan
“Sekali lagi, kamu telah mendengar yang dikatakan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan bersumpah palsu, tetapi penuhilah sumpahmu itu di hadapan Tuhan.’”Matius 5:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.”Matius 5:33 · TB
Terjemahan Baru
“"Kalian tahu bahwa pada nenek moyang kita terdapat ajaran seperti ini: jangan mungkir janji. Apa yang sudah kaujanjikan dengan sumpah di hadapan Allah, harus engkau melakukannya.”Matius 5:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Kita juga sudah mendengar pengajaran bahwa Musa memberikan perintah ini kepada nenek moyang kita, ‘Kalau kamu berjanji atas nama TUHAN untuk melakukan sesuatu, jangan sampai kamu tidak menepati janji itu. Tepatilah segala sesuatu yang sudah kamu janjikan dengan menyebut nama TUHAN.’”Matius 5:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Again, ye have heard that it hath been said by them of old time, Thou shalt not forswear thyself, but shalt perform unto the Lord thine oaths:”Matius 5:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 5:33?
Yesus mengutip ajaran tentang sumpah, bahwa orang harus memenuhi sumpahnya di hadapan Tuhan. Dia sedang mempersiapkan pendengar-Nya bahwa Dia akan memberikan pengajaran yang lebih dalam tentang bersumpah.
Latar belakang
Antitesis keempat: tentang integritas kata-kata
Tradisi Yahudi mengizinkan dan bahkan mengatur sumpah sebagai jaminan kejujuran. Larangan sumpah palsu ada di Imamat 19:12 dan Bilangan 30:2. Yesus tidak hanya berbicara tentang tidak bersumpah palsu — Dia akan melampaui ini ke standar yang lebih dalam.
Di mana
Bukit di dekat Kapernaum, Galilea
Lereng bukit terbuka di Galilea
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
pendengar yang akrab dengan tradisi sumpah Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπιορκήσεις
epiorēseis · bersumpah palsu
Bersumpah dengan tujuan mengingkari atau tidak menepati — sumpah yang dari awal tidak dimaksudkan untuk dipegang.
ἀποδώσεις
apodōseis · penuhilah
Bayar kembali, tepati, penuhi — kewajiban aktif untuk melaksanakan sumpah yang sudah diucapkan.
τῷ κυρίῳ
tō kyriō · di hadapan Tuhan
Kepada Tuhan — sumpah dibuat dalam konteks keterlibatan Allah sebagai saksi dan penjamin.
Epiorēseis (sumpah palsu) dilarang karena apodōseis (harus dipenuhi) di hadapan kyrios (Tuhan yang menjadi saksi) — tapi Yesus akan menunjukkan solusi yang lebih radikal.
Tahukah kamu
Para rabi mendebat sumpah mana yang mengikat
Ada debat panjang di antara para rabi tentang sumpah: bersumpah 'demi surga' lebih mengikat daripada 'demi bumi'? Bersumpah 'demi Bait Allah' atau 'demi emas Bait Allah'? Matius 23:16-22 menunjukkan Yesus mengenal perdebatan ini. Yesus akan memotong seluruh sistem ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 5:33
Imamat 19:12
larangan sumpah palsu di Taurat
“Jangan bersumpah dusta demi nama-Ku...”
Bilangan 30:2
kewajiban menepati sumpah
“Apabila seseorang bernazar kepada TUHAN... ia tidak boleh melanggar perkataannya...”
Mazmur 15:4
integritas menepati sumpah
“...yang bersumpah untuk dirinya sendiri namun tidak menarik kembali sumpah itu, sekalipun ia menderita karenanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 5:33
✕ Sering dikira
'Yesus hanya melarang berbohong saat bersumpah, selebihnya oke'
✓ Yang sebenarnya
Yesus akan melangkah jauh lebih jauh di ayat berikutnya — masalahnya bukan hanya tentang apakah sumpah itu benar, tapi tentang perlunya sumpah sama sekali.
✕ Sering dikira
'Nenek moyang kita artinya orang yang salah karena merekalah yang membuat tradisi sumpah'
✓ Yang sebenarnya
Nenek moyang adalah generasi yang menerima Taurat di Sinai — bukan kelompok yang salah; Yesus mengacu pada instruksi yang sah yang kemudian disalahgunakan.
Renungan
Renungan Singkat Matius 5:33
Kita sering bersumpah atau berjanji dengan menyebut nama Tuhan untuk meyakinkan orang lain. Namun, integritas sejati seharusnya membuat perkataan kita cukup tanpa perlu sumpah.
Tuhan, biarlah kata-kata kami selalu jujur dan dapat dipercaya, tanpa perlu bersumpah untuk meyakinkan orang lain. Amin.