Uang darah dibelikan tanah pemakaman
Matius 27:7
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“Maka, mereka mengambil keputusan bersama dan dengan uang itu, mereka membeli tanah tukang periuk sebagai tempat pekuburan untuk orang-orang asing.”Matius 27:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Matius 27.8–15 155”Matius 27:7 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu sesudah mereka sepakat, mereka memakai uang itu untuk membeli tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk. Tanah itu dipakai untuk kuburan orang-orang asing.”Matius 27:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, sesudah berunding mereka memutuskan agar uang itu dipakai untuk membeli sebuah ladang yang sudah lama disebut Ladang Tukang Keramik. Lalu ladang itu dijadikan tanah pekuburan untuk para pendatang dan orang-orang asing yang meninggal di Yerusalem.”Matius 27:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they took counsel, and bought with them the potter’s field, to bury strangers in.”Matius 27:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:7?
Ayat ini menunjukkan bahwa para imam kepala menggunakan uang yang dikembalikan Yudas untuk membeli tanah tukang periuk sebagai tempat pemakaman bagi orang asing. Ini dilakukan karena mereka menganggap uang itu najis karena merupakan harga darah, tetapi mereka tetap menggunakannya untuk tujuan yang tampaknya amal.
Latar belakang
Solusi praktis dari uang kotor
Para imam memecahkan dilema teologis mereka dengan cara yang sangat pragmatis: uang itu tidak masuk kas tapi dibelikan tanah pemakaman untuk orang asing. Ini baik untuk citra publik mereka dan menyelesaikan 'masalah' uang itu — tapi ironisnya, nama tanah itu justru mengabadikan kisah pengkhianatan selamanya.
Di mana
Akeldama (Tanah Tukang Periuk), Yerusalem selatan
Tepi lembah Hinnom, di selatan kota
Kapan
~30 M
Sengsara — pagi hari penyaliban
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut cukai
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀγρὸν τοῦ κεραμέως
agron tou kerameōs · potter's field
ladang milik penjuab tanah liat, tanah bekas tambang
ξένοις
xenois · strangers
orang asing, musafir yang mati tanpa keluarga di kota
ταφήν
taphēn · burial
pemakaman, tempat mengubur jenazah
Tanah ini diperuntukkan bagi orang asing yang mati tanpa keluarga — ironi besar bahwa uang untuk mengkhianati Yesus dipakai untuk memberi orang-orang terbuang tempat beristirahat.
Tahukah kamu
Tanah tukang periuk ada di Yerusalem sungguhan
Akeldama masih bisa dikunjungi hari ini di Wadi er-Rababi (lembah Hinnom), tepat di barat daya kota tua Yerusalem. Tradisi mengidentifikasi lokasinya sejak abad ke-4.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:7
Kisah Para Rasul 1:19
Nama Akeldama dikonfirmasi
“Dan hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu disebut dalam bahasa mereka Akeldama, artinya Tanah Darah.”
Zakharia 11:13
Nubuat tentang tanah tukang periuk
“Tuhan berkata kepadaku: Lemparkan itu kepada si penjuab periuk — harga mulia yang mereka tetapkan bagiku.”
Yeremia 19:1-2
Nabi Yeremia di lembah Hinnom dengan tukang periuk
“Pergilah membeli sebuah kendi tanah liat...dan pergilah ke lembah ben-Hinom.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:7
✕ Sering dikira
'Para imam bertindak murah hati dengan memberikan makam untuk orang asing'
✓ Yang sebenarnya
Mereka menyelesaikan masalah teologis, bukan beramal. Uang itu tetap uang darah.
✕ Sering dikira
'Tanah tukang periuk sudah ada namanya sebelum ini'
✓ Yang sebenarnya
Nama 'Akeldama' atau 'Tanah Darah' muncul dari peristiwa ini — bukan nama lama tanah tersebut.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:7
Sering kali kita mencoba menutupi dosa dengan melakukan hal-hal yang tampak baik. Namun, dosa tidak bisa disembunyikan dengan perbuatan baik. Lebih baik jujur dan bertobat daripada menjadi munafik.
Tuhan, tolonglah aku untuk tidak menutupi dosa dengan perbuatan baik, tetapi berani bertobat dengan tulus. Amin.